YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO

Justice Pro: Jurnal Ilmu HukumJustice Pro: Jurnal Ilmu Hukum

Penelitian ini mengkaji pengaturan dan penegakan tindak pidana pemilu berdasarkan Undang‑Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum sebagai instrumen perlindungan terhadap prinsip kedaulatan rakyat dan demokrasi konstitusional di Indonesia. Pemilu harus diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Penegakan hukum dilakukan melalui mekanisme khusus dan cepat yang melibatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kepolisian, dan Kejaksaan dalam Sentra Gakkumdu, namun masih menghadapi kendala seperti rendahnya kesadaran hukum masyarakat dan potensi disparitas penegakan hukum.

Tindak pidana pemilu dianggap ancaman serius terhadap prinsip kedaulatan rakyat dan kualitas demokrasi karena dapat merusak asas pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.Undang‑Undang Nomor 7 Tahun 2017 menetapkan pengaturan rinci mengenai tindak pidana pemilu serta mekanisme penyelesaian yang cepat dan terpadu melalui koordinasi Bawaslu‑Polri‑Kejaksaan.Meskipun demikian, praktik penegakan hukum masih dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran hukum masyarakat dan potensi ketidakmerataan penegakan, yang dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap pemilu dan demokrasi.

Untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum tindak pidana pemilu, perlu diteliti cara meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui program edukasi politik yang terintegrasi dengan teknologi digital. Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak model pembentukan Sentra Gakkumdu terhadap kecepatan dan kualitas penyelesaian kasus, serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab disparitas penegakan hukum. Selain itu, perlu dipertimbangkan studi tentang penerapan mekanisme pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat sipil dalam proses identifikasi dan penanganan pelanggaran pemilu guna memperkuat legitimasi sistem demokrasi.

  1. Prinsip Kehati-Hatian Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Peralihan Tanah yang Belum Bersertifikat | Jurnal... doi.org/10.20885/iustum.vol24.iss3.art7Prinsip Kehati Hatian Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Peralihan Tanah yang Belum Bersertifikat Jurnal doi 10 20885 iustum vol24 iss3 art7
  2. The Position of Honorary Council of Notary in Coaching Indonesian Notaries | Utomo | Journal of Law,... doi.org/10.7176/jlpg/92-12The Position of Honorary Council of Notary in Coaching Indonesian Notaries Utomo Journal of Law doi 10 7176 jlpg 92 12
  3. The Validity of A Notarial Deed Created Virtually as a Supporting Facility For Economic Activities During... doi.org/10.4108/eai.21-10-2020.2311904The Validity of A Notarial Deed Created Virtually as a Supporting Facility For Economic Activities During doi 10 4108 eai 21 10 2020 2311904
Read online
File size240.83 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test