DINASTIREVDINASTIREV

Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik

Kabupaten Bima merupakan wilayah dengan tingkat kerusakan lahan tertinggi di Provinsi NTB. Alih fungsi kawasan hutan menjadi lahan pertanian komoditas jagung berdampak negatif terhadap lingkungan, seperti banjir dan longsor saat musim hujan serta kekeringan di musim kemarau. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola krisis ekologi pada masyarakat adat Sambori, juga ingin mengetahui internalisasi nilai-nilai kearifan lokal ngaha aina ngoho dalam pencegahan krisis ekologi di Kabupaten Bima.

Krisis ekologi yang terjadi di masyarakat adat Sambori Kabupaten Bima disebabkan oleh alih fungsi kawasan hutan menjadi lahan pertanian jagung secara masif dan tidak terkendali, hingga mengakibatkan banjir, longsor, dan kekeringan.Pola kerusakan ini menunjukkan lemahnya kesadaran ekologis, pergeseran nilai budaya, dan tidak adanya regulasi lokal atau peraturan desa (Perdes) yang mengatur tata kelola lingkungan secara berkelanjutan juga mengatur hal-hal yang berkaitan dengan budaya ngaha aina ngoho.Lemahnya peran sistem hukum tingkat lokal dalam mengatur nilai dan cara pemanfaatan sumber daya alam, mengancam keseimbangan ekosistem, yang selama ini menjadi penyangga keberlanjutan hidup masyarakat.Internalisasi nilai-nilai kearifan lokal ngaha aina ngoho menjadi strategi penting dalam pencegahan krisis ekologi melalui transformasi nilai kearifan lokal ngaha aina ngoho yang diteruskan dari generasi ke generasi adat Sambori, terutama tentang larangan merusak hutan atau menyakiti tanah tempat berpijak, menghormati mata air, dan melindungi pohon besar.Melalui petuah demikian, generasi muda diajak untuk memahami bahwa alam bukan sekadar objek, tetapi bagian dari sistem kehidupan yang sakral dan saling bergantung satu sama lain.Pembentukan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam dan prinsip kerja keras, tanggung jawab sosial, dan penghormatan terhadap alam mendorong masyarakat untuk tetap menjaga keseimbangan dengan lingkungan berbasis budaya lokal.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi konkret dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ngaha aina ngoho ke dalam sistem pendidikan dan kurikulum lokal. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi cara-cara inovatif dalam memperkuat lembaga adat dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan lingkungan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi potensi kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah desa, dan LSM dalam membangun sistem konservasi berbasis masyarakat yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

  1. Mitigasi Resiko Bencana Berdasarkan Kearifan Lokal Masyarakat Pinggiran Sungai Ambawang Studi di Kecamatan... doi.org/10.32734/lwsa.v2i1.595Mitigasi Resiko Bencana Berdasarkan Kearifan Lokal Masyarakat Pinggiran Sungai Ambawang Studi di Kecamatan doi 10 32734 lwsa v2i1 595
  2. Pengelolaan lahan dan ruang hutan dengan perspektif kearifan lokal komunitas Ammatoa Kajang sebagai usaha... doi.org/10.36813/jplb.6.2.90-105Pengelolaan lahan dan ruang hutan dengan perspektif kearifan lokal komunitas Ammatoa Kajang sebagai usaha doi 10 36813 jplb 6 2 90 105
  3. STRENGTHENING ECOLOGICAL CITIZENSHIP THROUGH LOCAL WISDOM NGAHA AINA NGOHO IN BIMA REGENCY, INDONESIA... doi.org/10.46827/ejsss.v6i6.1151STRENGTHENING ECOLOGICAL CITIZENSHIP THROUGH LOCAL WISDOM NGAHA AINA NGOHO IN BIMA REGENCY INDONESIA doi 10 46827 ejsss v6i6 1151
  4. Ecotourism Development Potential Based on Environmental Comfort in Gunung Walat University Forest Area,... journal.ipb.ac.id/index.php/jpsl/article/view/56917Ecotourism Development Potential Based on Environmental Comfort in Gunung Walat University Forest Area journal ipb ac index php jpsl article view 56917
Read online
File size319.54 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test