MINARTISMINARTIS

Jurnal Pendidikan, Sains Dan TeknologiJurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi

Mamanda merupakan salah satu bentuk teater rakyat tradisional masyarakat Banjar yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai moral, sosial, dan keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, filosofi, identitas budaya, serta nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam kesenian Mamanda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap buku, artikel jurnal, dan sumber tertulis yang relevan dengan budaya Mamanda. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mamanda lahir dari konstruksi sosial masyarakat Banjar yang memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap kehidupan kerajaan, sehingga disajikan dengan latar istana dan tokoh-tokoh simbolik kerajaan. Mamanda memiliki konsep seni pertunjukan yang berkembang dari pengaruh budaya Melayu dan lokal Banjar dengan struktur pementasan yang khas. Filosofi Mamanda mencerminkan pandangan hidup masyarakat Banjar yang religius, demokratis, edukatif, estetis, dan menjunjung tinggi kebersamaan. Identitas budaya Mamanda tampak melalui penggunaan bahasa Banjar dan Melayu Banjar, busana adat, musik tradisional, serta tarian pengiring. Selain itu, Mamanda mengandung nilai-nilai pendidikan Islam dan pendidikan karakter seperti religiositas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan. Dengan demikian, Mamanda memiliki potensi besar sebagai media pendidikan Islam berbasis budaya lokal sekaligus sarana pelestarian kearifan lokal masyarakat Banjar.

Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa mamanda tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian nilai pendidikan Islam yang meliputi aspek religius, moral, sosial, dan kebangsaan.Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan tercermin dalam interaksi antar tokoh.Selain itu, nilai kesantunan, kerukunan, dan kerjasama juga menjadi unsur penting dalam cerita, menggambarkan penghormatan antara atasan dan bawahan, serta antar rekan kerja.Dengan demikian, mamanda lebih dari sekadar hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai media edukatif yang menyampaikan keteladanan, kritik sosial, dan refleksi kehidupan.Sebagai media pendidikan Islam berbasis budaya lokal, mamanda memiliki potensi untuk mengembangkan karakter generasi muda, serta memperkenalkan nilai-nilai moral dan sosial dalam konteks masyarakat Banjar.

Berdasarkan kajian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas mamanda sebagai media pendidikan karakter bagi anak-anak dan remaja, dengan mengukur perubahan sikap dan perilaku setelah terpapar pertunjukan mamanda. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi potensi mamanda sebagai alat pelestarian bahasa Banjar, dengan mendokumentasikan dan menganalisis penggunaan bahasa dalam naskah dan dialog pertunjukan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model revitalisasi mamanda yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, melalui pelatihan, pendampingan, dan festival seni. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat tercipta strategi komprehensif untuk melestarikan mamanda sebagai warisan budaya yang berharga, sekaligus memanfaatkannya sebagai media pendidikan yang efektif dan relevan bagi masyarakat Banjar di era globalisasi.

  1. Budaya Mamanda, Konsep, Filosofi, Identitas Dan Nilai-Nilai Pendidikan Islam | Jurnal Pendidikan, Sains... jurnal.minartis.com/index.php/jpst/article/view/4249Budaya Mamanda Konsep Filosofi Identitas Dan Nilai Nilai Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Sains jurnal minartis index php jpst article view 4249
Read online
File size443.95 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test