UNIRAYAUNIRAYA

Haga : Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatHaga : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan melalui integrasi edukasi lingkungan dan kearifan lokal di Desa Hiliamaetaluo, Kabupaten Nias Selatan. Desa ini memiliki potensi sosial-budaya yang tinggi dengan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong-royong, larangan membuang sampah ke sungai, dan penghormatan terhadap alam yang diwariskan oleh leluhur. Namun, praktik pengelolaan lingkungan masih menghadapi tantangan, termasuk kebiasaan membuang sampah sembarangan, terbatasnya sarana pendukung, serta kurangnya kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai adat. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahap: identifikasi masalah lingkungan, lokakarya edukasi lingkungan berbasis kearifan lokal, aksi bersih desa, dan evaluasi partisipatif masyarakat. Metode ini memadukan pendekatan partisipatif, pendidikan, dan budaya lokal sehingga memudahkan masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus menanamkan nilai budaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, perubahan perilaku awal dalam pemilahan dan pengelolaan sampah, penghijauan area publik, serta terbentuknya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program, menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai landasan etis dan praktis dalam pengelolaan lingkungan. Pengabdian ini menegaskan bahwa integrasi edukasi lingkungan dan kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif untuk pembangunan berkelanjutan di tingkat desa, sekaligus memperkuat identitas budaya dan solidaritas sosial masyarakat. Model ini memiliki potensi direplikasi di desa lain dengan konteks budaya serupa.

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Hiliamaetaluo menunjukkan bahwa integrasi edukasi lingkungan dan kearifan lokal berhasil meningkatkan kesadaran ekologis serta partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan perubahan perilaku awal seperti pemilahan sampah dan penghijauan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap kelestarian alam.Dengan demikian, model ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah kepulauan Indonesia untuk membangun gerakan bersih desa yang berkelanjutan dan berbasis budaya.

Berdasarkan hasil pengabdian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai mekanisme transfer pengetahuan kearifan lokal dari generasi tua ke generasi muda, termasuk identifikasi metode dan media komunikasi yang paling efektif. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model ekonomi sirkular berbasis sampah di tingkat desa, dengan memanfaatkan kearifan lokal dalam pengelolaan limbah organik dan anorganik. Ketiga, penting untuk mengkaji dampak jangka panjang dari integrasi edukasi lingkungan dan kearifan lokal terhadap perubahan perilaku masyarakat, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, melibatkan partisipasi aktif masyarakat, dan mempertimbangkan konteks sosial-budaya lokal. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan kebijakan dan program pelestarian lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan di tingkat desa dan wilayah.

  1. Implementation of Environmental Education Based on Madura Local Wisdom to Increase Student Scientific... journal2.upgris.ac.id/index.php/ijre/article/view/566Implementation of Environmental Education Based on Madura Local Wisdom to Increase Student Scientific journal2 upgris ac index php ijre article view 566
Read online
File size664.12 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test