STIMI BJMSTIMI BJM

One moment, please...One moment, please...

Kota Banjarmasin, yang kaya akan budaya dan tradisi ziarah, menghadapi permasalahan lingkungan yang signifikan berupa tumpukan limbah organik dari bunga ziarah, terutama di kawasan Makam Guru Zuhdi. Berdasarkan observasi, volume limbah bunga di lokasi ziarah utama dapat mencapai 3-5 kg per hari dan meningkat drastis hingga 10-20 kg per hari saat musim haul. Kondisi ini memperparah beban sampah organik kota yang pada tahun 2023 mencapai 55,89% dari total timbulan harian Banjarmasin, yaitu 170.275,42 ton. Oleh karena itu, sebuah program pengabdian masyarakat dirancang untuk mengatasi permasalahan ini melalui edukasi yang komprehensif. Pengabdian ini bertujuan mengedukasi pengelola makam dan masyarakat sekitar mengenai prinsip-prinsip pengelolaan limbah berkelanjutan. Program ini mengadopsi pendekatan holistik yang mencakup sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Tahap awal berfokus pada peningkatan kesadaran tentang dampak negatif limbah bunga yang tidak terkelola, diikuti dengan pelatihan praktis mengenai teknik pemilahan limbah di sumbernya. Program ini menekankan pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, dengan melibatkan mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat dan masyarakat lokal. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, para pengelola makam diharapkan dapat mengaplikasikan praktik terbaik dalam pengelolaan limbah, yang pada gilirannya akan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA secara signifikan. Lebih dari itu, program ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan yang lebih luas di kalangan masyarakat, mengubah paradigma limbah dari sekadar sampah menjadi sumber daya yang berharga, dan menunjukkan bahwa upaya sederhana dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan komunitas.

Kegiatan pengabdian masyarakat di Makam Guru Zuhdi, Banjarmasin, berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola makam dalam pengelolaan limbah bunga secara berkelanjutan.Hasil evaluasi menunjukkan 7 dari 10 peserta menunjukkan penguasaan keterampilan pemilahan.Keberhasilan terwujud dengan terbentuknya kelompok kerja mandiri yang menunjukkan perubahan perilaku dan inisiatif kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan ziarah.Meskipun menghadapi tantangan terkait keterbatasan skala produksi dan fluktuasi pasokan bahan baku, program ini telah membuka peluang besar untuk pengembangan.Pemanfaatan limbah bunga tidak hanya berhasil mengurangi beban sampah organik, tetapi juga menciptakan potensi ekonomi sirkular baru di tingkat lokal.Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis bagi masalah lingkungan, tetapi juga memberdayakan komunitas untuk menjadi agen perubahan yang mandiri dan berkelanjutan, serta menciptakan model yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas penerapan teknologi sederhana seperti mesin pencacah limbah untuk meningkatkan skala pengolahan. Selain itu, eksplorasi pengembangan produk turunan dari limbah bunga, seperti briket atau pigmen alami, dapat menjadi arah studi baru. Selanjutnya, penelitian tentang replikasi model pengelolaan limbah berbasis komunitas di lokasi ziarah lain dengan karakteristik serupa juga diperlukan untuk memperluas dampak keberlanjutan.

Read online
File size382.99 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test