STIMI BJMSTIMI BJM

One moment, please...One moment, please...

Potensi besar komoditas jeruk siam di lahan basah Barito Kuala dan Kabupaten Banjar belum diimbangi dengan strategi pemasaran yang optimal, menyebabkan kerugian pascapanen dan ketergantungan pada pasar tradisional. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam diversifikasi produk dan pemasaran digital, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence - AI). Untuk mengatasi hal tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan petani melalui Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI dan pendampingan diversifikasi produk olahan jeruk. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif, meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan komprehensif, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. IPTEKS yang diimplementasikan adalah Media Pembelajaran Digital Marketing Berbasis AI, yang memanfaatkan smartphone petani untuk mengoptimalkan pemasaran produk, menganalisis pasar, dan meningkatkan efisiensi promosi. Luaran yang ditargetkan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, perluasan jangkauan pasar, dan peningkatan pendapatan yang signifikan. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi, daya saing, dan kesejahteraan petani jeruk siam melalui adopsi teknologi tepat guna.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi yang telah dilakukan, program pengabdian masyarakat ini berhasil mencapai tujuannya dalam memberdayakan petani jeruk siam melalui adopsi teknologi digital marketing berbasis AI.Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani yang terukur, dengan kenaikan skor rata-rata sebesar 45%, menunjukkan efektivitas metode pelatihan yang diterapkan.Keberhasilan ini diperkuat dengan capaian di mana 72% dari petani peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dengan membuat dan mengelola akun bisnis di media sosial.Secara nyata, program ini berhasil memicu perubahan perilaku pemasaran dari yang semula bergantung pada jalur tradisional menjadi mandiri melalui platform daring.Dampak ekonomi program ini juga terindikasi positif, dengan 60% petani mencatat penjualan daring dalam tiga bulan pertama, yang mengarah pada perluasan jangkauan pasar dan potensi peningkatan pendapatan.

Berdasarkan hasil penelitian dan implementasi program pengabdian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pemberdayaan petani jeruk siam. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi AI dalam pemasaran digital oleh petani, termasuk aspek sosio-ekonomi, budaya, dan infrastruktur. Hal ini penting untuk merancang program pelatihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik petani. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis yang berkelanjutan untuk produk olahan jeruk siam, dengan mempertimbangkan aspek rantai pasok, branding, dan pemasaran yang efektif. Ketiga, perlu dilakukan evaluasi dampak jangka panjang dari program pengabdian ini terhadap peningkatan pendapatan, kesejahteraan, dan ketahanan pangan masyarakat petani jeruk siam. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan daya saing petani jeruk siam di era digital dan mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Read online
File size669.28 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test