STAIALANWARSTAIALANWAR
AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'anAL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'anPenelitian ini mengkaji penafsiran ayat-ayat yang berkaitan dengan gender dalam Al-Quran melalui kerangka kerja ekofeminis. Fokus utamanya adalah pada Q.S. An-Nisa (4): 1, yang secara tradisional ditafsirkan oleh para penafsir klasik dengan cara-cara yang memperkuat budaya patriarki, yang sering kali melabeli perempuan sebagai “Jenis Kelamin Kedua. Makalah ini berargumen untuk menafsirkan ulang ayat-ayat yang bias gender dengan menggunakan pendekatan ekofeminis. Penelitian kepustakaan kualitatif ini menganalisis sumber-sumber tekstual, termasuk buku dan jurnal. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan: bagaimana Q.S. 4:1 dapat ditafsirkan dan bagaimana teori ekofeminis diterapkan pada penafsirannya. Temuan-temuannya mengungkapkan bahwa meskipun Q.S. 4:1 secara tradisional dikaitkan dengan penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam, penafsiran modern menekankan prinsip-prinsip egaliter, seperti hak-hak semua individu, termasuk suami, istri, dan anak yatim piatu. Ekofeminisme memberikan lensa alternatif dengan membingkai Q.S. 4:1 sebagai cerminan keterkaitan dan peran timbal balik dalam penciptaan manusia, yang menegaskan kesetaraan gender dan keselarasan ekologis.
1 adalah sebuah ayat yang menjadi indikasi bahwa konsensus klasik mengenai penciptaan Hawa berasal dari tulang rusuk Adam, tetapi berkembang pada fase mufassir modern yang lebih berfokus pada pemenuhan hak-hak yang harus dipenuhi oleh semua pihak, seperti kewajiban suami dan istri, anak yatim, dan sebagainya.Ekofeminisme adalah sebuah sudut pandang alternatif dalam menafsirkan Q.1 dengan menggambarkan bahwa antara keduanya mampu menghasilkan keturunan yang sangat banyak.Dalam hal ini, perempuan tidak perlu menunjukkan maskulinitasnya, tetapi menampilkan nilai-nilai feminin yang mereka miliki, karena masing-masing memiliki peran.Seperti halnya peran ibu di dalam rumah tangga tidak dapat diremehkan.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan:. . 1. Mengembangkan paradigma ekofeminisme sebagai alat baru dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Quran, tidak hanya terbatas pada tema gender, tetapi juga tema-tema lainnya seperti lingkungan dan narasi-narasi lain yang relevan.. . 2. Melakukan penelitian lebih lanjut tentang peran dan kontribusi perempuan dalam Islam, baik dalam konteks sosial, politik, ekonomi, maupun spiritual, dengan menggunakan pendekatan ekofeminis untuk menganalisis dan menafsirkan ayat-ayat terkait.. . 3. Menjelajahi hubungan antara ekofeminisme dan pemikiran Islam klasik, dengan tujuan untuk menemukan kesamaan dan perbedaan dalam pandangan tentang gender, lingkungan, dan hubungan manusia dengan alam.
- Teologi Penciptaan Perempuan: Rekonstruksi Penafsiran Menuju Kesetaraan Gender | Buana Gender: Jurnal... ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/buana-gender/article/view/408Teologi Penciptaan Perempuan Rekonstruksi Penafsiran Menuju Kesetaraan Gender Buana Gender Jurnal ejournal uinsaid ac index php buana gender article view 408
- Analisa Gender dan Prinsip Prinsip Penafsiran Husein Muhammad pada Ayat-Ayat Relasi Gender | Al-Bayan:... doi.org/10.15575/al-bayan.v3i1.3125Analisa Gender dan Prinsip Prinsip Penafsiran Husein Muhammad pada Ayat Ayat Relasi Gender Al Bayan doi 10 15575 al bayan v3i1 3125
| File size | 562.24 KB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
STIQISYKARIMASTIQISYKARIMA Di antara kisah para Nabi yang terdapat di dalam Al-Qur`an, kisah Nabi Musa alaihis salam adalah yang paling banyak disebutkan dan diulang. Hal ini menunjukkanDi antara kisah para Nabi yang terdapat di dalam Al-Qur`an, kisah Nabi Musa alaihis salam adalah yang paling banyak disebutkan dan diulang. Hal ini menunjukkan
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Kedua, Darraz membuktikan bahwa moralitas Islam berbeda dengan moralitas Barat yang berbasis pada empirisme dan tidak bebas nilai. Hal ini didahului denganKedua, Darraz membuktikan bahwa moralitas Islam berbeda dengan moralitas Barat yang berbasis pada empirisme dan tidak bebas nilai. Hal ini didahului dengan
ARIPAFIARIPAFI Evaluasi dan sumber belajar juga belum optimal karena minimnya rubrik penilaian dan keterbatasan media interaktif, sehingga perlu pengembangan bahan ajarEvaluasi dan sumber belajar juga belum optimal karena minimnya rubrik penilaian dan keterbatasan media interaktif, sehingga perlu pengembangan bahan ajar
STIQ ALMULTAZAMSTIQ ALMULTAZAM Temuan artikel ini mengungkapkan bahwa AGH. Daud Ismail mengembangkan model interpretasi kontekstual yang menunjukkan kepekaan mendalam terhadap dinamikaTemuan artikel ini mengungkapkan bahwa AGH. Daud Ismail mengembangkan model interpretasi kontekstual yang menunjukkan kepekaan mendalam terhadap dinamika
UMPUMP Metode analisis kontekstual digunakan dengan melibatkan tafsir-tafsir terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa muslim yang salatnya tidak konsisten dikategorikanMetode analisis kontekstual digunakan dengan melibatkan tafsir-tafsir terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa muslim yang salatnya tidak konsisten dikategorikan
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Studi ini menemukan bahwa perangkat istifham memiliki daya tarik tersendiri dalam menarik perhatian pembaca terhadap aspek-aspek teologis, moralitas, danStudi ini menemukan bahwa perangkat istifham memiliki daya tarik tersendiri dalam menarik perhatian pembaca terhadap aspek-aspek teologis, moralitas, dan
IAINATAIAINATA Jihad dalam membela negara dapat diwujudkan melalui penciptaan suasana harmonis, demokrasi musyawarah, kebebasan berpendapat, serta pemerataan pendapatanJihad dalam membela negara dapat diwujudkan melalui penciptaan suasana harmonis, demokrasi musyawarah, kebebasan berpendapat, serta pemerataan pendapatan
STAIDENPASARSTAIDENPASAR Sebagai khalifah di muka bumi, manusia ditugaskan mengelola sumber daya secara adil sesuai dengan ajaran Al‑Quran. Perspektif Al‑Quran menegaskan bahwaSebagai khalifah di muka bumi, manusia ditugaskan mengelola sumber daya secara adil sesuai dengan ajaran Al‑Quran. Perspektif Al‑Quran menegaskan bahwa
Useful /
STAIALANWARSTAIALANWAR Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi tafsir lisan serta menunjukkan bagaimana dakwah berbasis budaya dapat memperkuat pemahaman keagamaanPenelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi tafsir lisan serta menunjukkan bagaimana dakwah berbasis budaya dapat memperkuat pemahaman keagamaan
STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI Program ini telah diimplementasikan di Kota Dumai sejak tahun 2005, dan saat ini terdapat 33 UEK-SP yang beroperasi di kota tersebut. Kegiatan PengabdianProgram ini telah diimplementasikan di Kota Dumai sejak tahun 2005, dan saat ini terdapat 33 UEK-SP yang beroperasi di kota tersebut. Kegiatan Pengabdian
STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI Masa pandemi bukanlah penghalang bagi pelaku umkm untuk menjaga kepercayaan, pelayanan prima, dan tetap menjauhi perbuatan yang merugikan pihak lain. KegiatanMasa pandemi bukanlah penghalang bagi pelaku umkm untuk menjaga kepercayaan, pelayanan prima, dan tetap menjauhi perbuatan yang merugikan pihak lain. Kegiatan
STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI Peningkatan sumber daya manusia di desa Kadur membantu dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat dan menjunjung tinggi visi kabupaten Bengkalis. KegiatanPeningkatan sumber daya manusia di desa Kadur membantu dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat dan menjunjung tinggi visi kabupaten Bengkalis. Kegiatan