STAIALANWARSTAIALANWAR

AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'anAL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an

Penelitian ini menganalisis makna istilah “garangan dalam diskursus tafsir lisan Lora Ismail Al-Ascholy terhadap Surah Fātir ayat 32. Dalam tafsir lisan yang disampaikan melalui media sosial, Lora Ismail menafsirkan lafadz ẓālimun linafsihi sebagai “garangan, istilah yang memiliki konotasi budaya khas dalam masyarakat lokal. Studi ini bertujuan untuk memahami relevansi penggunaan istilah tersebut dalam konteks dakwah dan bagaimana pendekatan ini mencerminkan kontekstualisasi tafsir Al-Quran. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan netnografi, penelitian ini mengkaji ceramah-ceramah Lora Ismail yang diunggah di akun Instagramnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan istilah “garangan bertujuan untuk mendekatkan pesan-pesan keagamaan kepada audiens melalui pendekatan linguistik yang lebih familiar. Istilah ini tidak hanya mencerminkan adaptasi budaya dalam penyampaian tafsir, tetapi juga memberikan motivasi kepada jamaah untuk terus memperbaiki diri tanpa merasa terasing dari komunitas religius. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi tafsir lisan serta menunjukkan bagaimana dakwah berbasis budaya dapat memperkuat pemahaman keagamaan dalam masyarakat Muslim Indonesia.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan istilah “garangan dalam tafsir lisan Lora Ismail Al-Ascholy merupakan upaya kontekstualisasi terhadap makna lafadz ẓālimun linafsihi dalam Surah Fātir ayat 32.Istilah ini tidak hanya berfungsi sebagai terjemahan literal, tetapi juga sebagai representasi dari realitas sosial dan budaya masyarakat lokal.Dengan demikian, tafsir lisan Lora Ismail mampu menjembatani antara teks suci Al-Quran dan pengalaman hidup sehari-hari umat Muslim di Indonesia.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif antara penggunaan istilah lokal dalam tafsir lisan oleh berbagai tokoh agama di Indonesia untuk mengidentifikasi pola dan karakteristik umum dalam proses kontekstualisasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada dampak penggunaan bahasa informal dan gaya komunikasi yang santai dalam tafsir lisan terhadap pemahaman dan penerimaan pesan keagamaan oleh audiens, khususnya generasi muda. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana tafsir lisan berbasis budaya berkontribusi pada pembentukan identitas keagamaan dan kohesi sosial dalam masyarakat Muslim Indonesia.

  1. TAFSIR AL-QUR'AN DI ERA POST-TRUTH: ANALISIS WACANA TAFSIR LISAN ACH DHOFIR ZUHRY | Academic Journal... doi.org/10.22515/ajipp.v4i1.6466TAFSIR AL QURAN DI ERA POST TRUTH ANALISIS WACANA TAFSIR LISAN ACH DHOFIR ZUHRY Academic Journal doi 10 22515 ajipp v4i1 6466
  2. AL-SHAYKH MAIMOEN ZUBAIR WA AFKĀRUH ‘AN AL-ISLĀM WA AL-WAṬANIYAH WA AL-TASĀMUH FĪ INDŪNĪSIYĀ... jiis.uinsa.ac.id/index.php/JIIs/article/view/2001AL SHAYKH MAIMOEN ZUBAIR WA AFKARUH AoAN AL ISLAM WA AL WAANIYAH WA AL TASAMUH F INDNSIYA jiis uinsa ac index php JIIs article view 2001
Read online
File size557.26 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test