STAIALANWARSTAIALANWAR

AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'anAL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an

Diskursus tentang polemik keagamaan antara Muslim modernis dan tradisional di Jawa telah menarik perhatian para sarjana dalam bidang sosiologi-antropologi dan pemikiran Islam secara umum. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki polemik keagamaan tersebut dalam karya tafsir berjudul Tāj al-Muslimīn karya KH. Misbah Mustofa, seorang mufasir yang terlibat aktif dalam diskusi tersebut. Dengan menggunakan analisis wacana kritis, studi ini menekankan bahwa tafsir ini ditulis di tengah perdebatan antara modernis dan tradisional di akhir abad ke-20 di Jawa. Studi ini menemukan bahwa meskipun memiliki latar belakang Muslim tradisional Jawa, Misbach Mustofa tidak hanya kritis terhadap klaim yang diajukan oleh kalangan modernis, tetapi juga terhadap tradisi dan praktik keagamaan di kalangan Muslim tradisional sendiri. Sikap kritis ini terlihat dalam pandangannya terhadap praktik tasawuf dan tarekat yang dianggap berlebihan, serta kecenderungannya merujuk pada karya-karya Ibnu Taimiyah dan Rashid Rida yang biasanya dijauhi di kalangan Muslim tradisional di Jawa. Kajian ini berkontribusi dalam menunjukkan dinamika polemik modernis dan tradisional, bahkan di dalam lingkaran internal mereka sendiri. Lebih lanjut, kajian ini mengusulkan tipologi baru dalam diskursus antara Muslim modernis dan tradisional di Indonesia, yaitu tradisionalis-puritan.

Studi ini menginvestigasi respon tafsir Tāj Al-Muslimīn karya Misbah Mustofa terhadap polemik keagamaan pada akhir paruh kedua abad kedua puluh di Indonesia.Studi menyimpulkan bahwa tafsir Tāj Al-Muslimīn secara kritis merespon polemik keagamaan yang berkembang pada masanya.Alasan mengapa Misbah Mustofa memasukkan berbagai polemik keagamaan dalam tafsirnya tampaknya terkait dengan tuduhan Muslim modernis bahwa Muslim tradisional tidak merujuk langsung ke Al-Quran sebagai sumber utama ajaran Islam terkait masalah keagamaan mereka, tetapi lebih ke Kitab Kuning.Sebagai ulama yang lahir dari latar belakang pesantren tradisional di Jawa, ia tidak hanya kritis terhadap gugatan-gugatan yang diajukan oleh Muslim modernis/reformis, tetapi juga terhadap beberapa tradisi dan praktik yang telah berkembang di kalangan Muslim tradisional sendiri.Sikap kritis Misbah terhadap golongan modernis terlihat dalam penafsiran tentang tema-tema seperti ahlussunnah wa al-jamaah, ijtihad dan taklid, bidah, tawassul, dan ziarah kubur.Di sisi lain, ia juga memiliki sisi puritan yang terlihat dalam pandangannya terhadap beberapa tradisi seperti haul dan praktik-praktik tasawuf yang berlebihan.Sikap kritisnya terhadap kebijakan rezim Orde Baru yang semakin totalitarian menunjukkan bahwa Misbah Mustofa adalah seorang pemikir independen yang terus menyuarakan apa yang diyakininya sebagai kebenaran.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dinamika polemik modernis dan tradisional di lingkungan internal mereka sendiri, termasuk analisis lebih rinci tentang tipologi tradisionalis-puritan yang diusulkan dalam studi ini. Kedua, penelitian tentang pengaruh lingkungan Islam Jawa Pesisir dalam pembentukan wacana pelestarian tradisi mendoakan mayit dan praktik keagamaan lainnya di kalangan Muslim tradisional. Ketiga, studi komparatif tentang pandangan Muslim tradisional dan modernis terhadap praktik keagamaan seperti haul, tasawuf, dan ziarah kubur, serta implikasi sosial dan teologisnya.

Read online
File size569.15 KB
Pages32
DMCAReport

Related /

ads-block-test