JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas, pengalaman, pendidikan, dan pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu bersalin sectio caesarea pada era pandemi COVID 19 di Rumah Sakit Restu Kasih Jakarta. Jenis penelitian ini deskriptif dengan metode penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 69 ibu bersalin sectio caesarea di Rumah Sakit Restu Kasih dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reabilitas dengan nilai koefisien cronbachs alpha 0,93, dan menggunakan instrumen tingkat kecemasan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) yang sudah baku. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden merupakan primipara (52,2%), tingkat pendidikan tinggi (53,6%), tidak pernah memiliki pengalaman bersalin secara SC (52,2%), pengetahuan kurang (40,6%) dan memiliki tingkat kecemasan sedang sebesar 56,5%. Analisis bivariat menunjukan adanya hubungan antara paritas (p-value 0,012< 0,05), pengalaman sectio caesarea (p-value 0,012<0,05), pendidikan (p-value 0,037<0,05), dan pengetahuan (p-value 0,025<0,05) dengan tingkat kecemasan pada ibu bersalin.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara paritas, pendidikan, pengalaman SC sebelumnya dan pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu bersalin dengan sectio caesarea pada masa pandemi COVID 19 di RS Restu Kasih Jakarta.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan longitudinal untuk mengetahui hubungan kausal antara faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan ibu bersalin sectio caesarea, serta dampaknya terhadap pemulihan pasca operasi dan ikatan ibu-bayi. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi ibu bersalin sectio caesarea terkait dengan kecemasan yang dialami, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi tingkat kecemasan tersebut. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi keperawatan berbasis komunitas untuk menurunkan tingkat kecemasan ibu bersalin sectio caesarea, dengan melibatkan keluarga dan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan psikologis dan edukasi yang komprehensif. Pengembangan intervensi ini perlu mempertimbangkan karakteristik budaya dan sosial masyarakat setempat, serta melibatkan partisipasi aktif dari ibu hamil dan keluarga dalam proses perencanaan dan implementasi intervensi. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternitas dan mengurangi dampak negatif kecemasan terhadap kesehatan ibu dan bayi.

Read online
File size323.54 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test