STFXAMBONSTFXAMBON

Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana euthanasia dalam perspektif moral dan agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur untuk euthanasia dalam perspektif moral dan agama, yang memiliki makna untuk mengakhiri hidup dengan cara mudah, tanpa rasa sakit, atau kematian yang baik. Dari sudut pandang etika/moral dan agama, euthanasia berhadapan dengan prinsip dasar, yaitu keharusan menghormati kehidupan manusia, bahkan dalam keadaan klinis “status vegetatif. Euthanasia sangat bertentangan dengan moral, karena moral merupakan nilai-nilai dalam kehidupan yang mengatur tindakan dan tingkah laku baik sebagai pribadi maupun kelompok dalam masyarakat. Oleh karena itu, menghilangkan nyawa atau membunuh merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai moral, dan tindakan itu tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun.

Kehidupan dan kematian merupakan dua hal yang tak terpisahkan.Setiap makhluk hidup pasti akan mengalami hal demikian.Dalam proses kehidupan, manusia tak selalu mengalami kebahagiaan, melainkan juga keburukan dan penderitaan.Perkembangan teknologi, khususnya di bidang kedokteran, turut memberi dampak besar bagi kehidupan seseorang, membantu mempertahankan kehidupan, tetapi juga bisa mengakhiri kehidupan.Euthanasia berasal dari bahasa Yunani yang berarti usaha untuk mengakhiri hidup dengan cara mudah, tanpa rasa sakit atau kematian yang baik.Tindakan euthanasia merupakan perbuatan yang sangat bertentangan dengan martabat manusia sebagai ciptaan Allah yang mulia.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut mengenai dampak psikologis dan spiritual bagi keluarga pasien yang menghadapi keputusan euthanasia, dengan fokus pada bagaimana dukungan keagamaan dan konseling dapat membantu mereka mengatasi kesedihan dan trauma. Kedua, perlu dilakukan studi komparatif mengenai regulasi euthanasia di berbagai negara yang telah melegalkannya, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan potensi risiko yang perlu dihindari. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam mengenai pandangan masyarakat Indonesia terhadap euthanasia, dengan mempertimbangkan faktor budaya, agama, dan sosial, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai isu ini. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kompleksitas euthanasia, serta memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan yang berkeadilan dan menghormati hak asasi manusia.

Read online
File size542.54 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test