UNWIDHAUNWIDHA

WIDYA DIDAKTIKA - Jurnal Ilmiah KependidikanWIDYA DIDAKTIKA - Jurnal Ilmiah Kependidikan

Wayang tauhid merupakan wayang dakwah yang berisi tentang kisah kesuksesan perjuangan para ulama atau para wali, terutama walisongo. Penelitian tentang wayang jenis ini belum banyak dilakukan. Objek materi penelitian ini adalah wayang tauhid lakon Babad Sunan Giri sajian Ki Sunardi Wirocarito, sedangkan objek formalnya ajaran moral dalam lingkup etika Jawa. Tujuan penelitian adalah menganalisis selanjutnya menjelaskan tentang ajaran moral apa yang terungkap dalam teks lakon “Babad Sunan Giri. Sejauh mana ajaran moral itu berkontribusi mendukung pengembangan pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan model analisis filosofi dengan beberapa langkah metodis, yaitu: deskripsi, analisis, interpretasi, koherensi internal, dan refleksi. Hasil penelitian: wayang tauhid lakon Babad Sunan Gresik sebagai media penyampai nilai-nilai moral bagi guru dakwah yaitu keikhlasan, ilmu (agama) dan watak budi rahayu. Ketiga ajaran tersebut mendukung dan membentuk pribadi guru dakwah yang berkarakter khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Wayang tauhid lakon BSG sarat ajaran moral bagi seorang pendakwah.Menurut Sunan Giri, seorang pendakwah harus memiliki modal moral kepribadian yaitu memiliki ilmu (agama Islam) yang mumpuni, keikhlasan hati, serta keluhuran budi.Modal moral kepribadian tersebut akan bermanfaat tidak hanya bagi seorang pendakwah saja tetapi bagi manusia secara umum, terutama bagi bangsa Indonesia yang sedang gencar-gencarnya membangun mental melalui pendidikan karakter.

Berdasarkan analisis terhadap judul, abstrak, dan kesimpulan, serta mempertimbangkan bagian latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan dalam artikel ini, terdapat beberapa ide penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan ajaran moral dalam wayang tauhid dengan sumber-sumber ajaran Islam lainnya, seperti hadis atau tafsir, untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan serta memperkuat landasan teologisnya. Kedua, studi lebih mendalam mengenai efektivitas wayang tauhid sebagai media dakwah dan pendidikan karakter pada berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial budaya dapat dilakukan melalui penelitian lapangan dengan metode kualitatif atau kuantitatif. Ketiga, penelitian dapat mengkaji potensi pengembangan wayang tauhid sebagai bagian dari kurikulum pendidikan agama atau pendidikan karakter di sekolah-sekolah, dengan mempertimbangkan aspek pedagogis dan relevansi dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan tentang dakwah, pendidikan karakter, dan budaya Jawa, serta memberikan manfaat praktis bagi pengembangan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia dan berbudaya luhur. Dengan demikian, warisan kearifan lokal seperti wayang tauhid dapat terus dilestarikan dan dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun bangsa yang maju dan beradab.

Read online
File size328.74 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test