LEMBAGAKITALEMBAGAKITA

International Journal Education and Computer Studies (IJECS)International Journal Education and Computer Studies (IJECS)

Pelaksanaan syariah Islam, khususnya di wilayah Aceh, dianggap sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan. Masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung sosialisasi syariah Islam. Tanggung jawab ini jatuh pada berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, dan anggota masyarakat. Di antara pihak-pihak tersebut, guru memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan agama baik di sekolah maupun di lingkungan rumah, sedangkan masyarakat luas memainkan peran yang signifikan. Tesis ini menyelidiki pelaksanaan pendidikan agama dalam mendukung sosialisasi syariah Islam, dengan tujuan memahami bagaimana pendidikan agama Islam diterapkan untuk mendorong penerimaan prinsip-prinsip syariah di Kota Sabang. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan syariah Islam. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif, yang menggabungkan tinjauan literatur dan teknik penelitian lapangan seperti observasi, wawancara, dan kuesioner. Penelitian melibatkan sampel 50 siswa dari MTsN Sabang, kepala sekolah, guru pendidikan agama di sekolah umum dan sekolah agama, serta segmen masyarakat setempat, khususnya orang tua di Kota Sabang. Temuan menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan agama untuk mendukung sosialisasi syariah Islam di Sabang dilakukan melalui pengajaran ajaran Islam, yang mencakup akidah, ibadah, dan akhlak. Penekanan diberikan pada bimbingan mengenai kewajiban berpakaian sopan, melaksanakan lima sholat wajib, dan menghadiri sholat Jumat. Pengajaran ini dilakukan melalui diskusi selama pelajaran agama Islam di sekolah. Berbagai faktor yang mempengaruhi pelaksanaan syariah Islam meliputi seluruh komponen masyarakat—guru, orang tua, dan masyarakat sekitar—terutama pemimpin lokal. Tantangan masih ada, seperti keterikatan pada adat istiadat, pemahaman yang kurang tentang syariah Islam, dan perbedaan pemahaman di antara para ulama dan otoritas agama. Upaya untuk meningkatkan pendidikan agama untuk sosialisasi syariah Islam di Sabang meliputi peningkatan jam pelajaran yang didedikasikan untuk studi agama. Hal ini memungkinkan penjelajahan dan diskusi yang lebih mendalam tentang syariah Islam. Rekomendasi ditujukan kepada guru untuk meningkatkan pengajaran mereka tentang ajaran Islam dan kepada kepala sekolah untuk mengalokasikan waktu khusus bagi siswa untuk mendiskusikan prinsip-prinsip syariah. Orang tua didorong untuk terus mengingatkan anak-anak mereka untuk mematuhi pelaksanaan syariah Islam.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pengajaran pendidikan agama oleh guru di Kota Sabang memiliki fokus dalam mendukung sosialisasi pelaksanaan syariah Islam.Guru diidentifikasi sebagai agen penting dalam proses ini, mengajar siswa konsep akidah, ibadah, dan akhlak, serta memberikan bimbingan mengenai kewajiban-kewajiban Islam.Metode diskusi dalam studi Islam adalah pendekatan efektif dalam melaksanakan pengajaran.Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan syariah Islam melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk guru, orang tua, masyarakat setempat, dan pemimpin daerah.Tantangan seperti keterikatan pada adat istiadat, kurangnya pemahaman tentang syariah Islam, dan perbedaan pandangan antara para ulama perlu diatasi.Untuk meningkatkan pelaksanaan pengajaran pendidikan agama dan mendukung sosialisasi syariah Islam di Kota Sabang, diperlukan upaya konkret.Salah satu saran adalah meningkatkan kualitas pengajaran Islam oleh guru melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi.Selain itu, disarankan agar kepala sekolah menyediakan waktu khusus bagi siswa untuk mendiskusikan syariah Islam secara lebih intensif, sehingga nilai-nilai ini dapat dipahami dan diterapkan dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.Sinergi antara sekolah dan keluarga juga perlu diperkuat, dengan orang tua terus memberikan pengingat kepada anak-anak mereka untuk mematuhi pelaksanaan syariah Islam.Diharapkan komunikasi yang baik antara guru dan orang tua dapat menjadi fondasi yang kuat dalam membentuk karakter Islami pada siswa.Diharapkan kesimpulan ini dapat memberikan pandangan yang komprehensif mengenai peran guru dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam konteks pelaksanaan syariah Islam, serta memberikan arah untuk langkah-langkah perbaikan dan pengembangan di masa depan.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi peran guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai syariah Islam dalam kurikulum pendidikan agama di sekolah-sekolah di Kota Sabang. Penelitian ini dapat menyelidiki strategi dan metode pengajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang syariah Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengaruh sosialisasi syariah Islam terhadap perilaku dan sikap siswa di luar lingkungan sekolah. Bagaimana nilai-nilai syariah yang diajarkan di sekolah mempengaruhi interaksi sosial dan keputusan moral siswa dalam masyarakat? Apakah ada perbedaan antara siswa yang menerima pendidikan agama yang kuat dengan mereka yang tidak? Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan syariah Islam di Kota Sabang, khususnya dalam hal perbedaan pemahaman di antara para ulama dan otoritas agama. Bagaimana perbedaan ini dapat diatasi untuk mencapai konsensus dan penerapan syariah yang lebih efektif? Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang strategi dan pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut.

  1. The Implementation of Religious Education to Support the Socialization of Islamic Sharia at Sabang City... journal.lembagakita.com/index.php/ijecs/article/view/1803The Implementation of Religious Education to Support the Socialization of Islamic Sharia at Sabang City journal lembagakita index php ijecs article view 1803
Read online
File size222.16 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test