ABISATYAABISATYA

JURNAL PENDIDIKAN, HUMANIORA, LINGUISTIK DAN SOSIAL (JAGADDHITA)JURNAL PENDIDIKAN, HUMANIORA, LINGUISTIK DAN SOSIAL (JAGADDHITA)

Pendidikan Agama Islam dan Pancasila memainkan peran krusial sebagai fondasi nilai kebangsaan dan moral generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian ini mengkaji bagaimana integrasi kedua sistem nilai ini membentuk karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, sekaligus beridentitas kebangsaan yang kuat. Pendidikan Agama Islam menekankan pembentukan akhlak melalui nilai ketuhanan dan sosial, sementara Pancasila memperkuat kesadaran berbangsa dengan prinsip persatuan, keadilan, dan demokrasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi kedua sistem pendidikan ini menciptakan generasi muda yang mampu menyeimbangkan kemajuan global dengan nilai lokal, menolak radikalisme, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penguatan integrasi nilai-nilai agama dan kebangsaan dalam kurikulum pendidikan untuk menyiapkan generasi emas 2045 yang unggul dan berkarakter.

Sinergi Pendidikan Agama Islam dan Pancasila berfungsi sebagai dua landasan pokok yang saling bersinergi dalam membangun karakter kebangsaan dan moral pemuda Indonesia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.Keduanya berperan sebagai pedoman nilai yang membentuk generasi muda tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kematangan secara rohani dan kemampuan bersosialisasi.Pendidikan Agama Islam memberikan pondasi akhlak luhur dan ketakwaan, sedangkan Pancasila memperkuat jati diri kebangsaan yang terbuka dan menerima perbedaan.Kolaborasi antara prinsip ketuhanan dan semangat kebangsaan ini membentuk dasar yang kuat bagi terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang kompetitif dan berintegritas.

Berdasarkan paper ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu adanya studi mendalam mengenai efektivitas model pembelajaran integratif antara Pendidikan Agama Islam dan Pancasila dalam membentuk karakter siswa di berbagai tingkatan pendidikan. Penelitian ini dapat mengukur sejauh mana siswa memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Pancasila yang responsif terhadap tantangan era digital, khususnya dalam mengatasi penyebaran hoaks dan radikalisme. Kurikulum ini perlu dirancang untuk meningkatkan literasi digital siswa dan menumbuhkan sikap kritis terhadap informasi yang beredar. Ketiga, penting untuk meneliti peran serta orang tua dan masyarakat dalam mendukung implementasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dan Pancasila di lingkungan keluarga dan komunitas. Penelitian ini dapat memberikan rekomendasi mengenai strategi komunikasi dan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda.

  1. PENGARUH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DAN MORAL MAHASISWA | Advances In Social... adshr.org/index.php/vo/article/view/33PENGARUH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DAN MORAL MAHASISWA Advances In Social adshr index php vo article view 33
  2. Vol. 19 No. 1 (2024): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran | Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan... doi.org/10.55558/alihda.v19i1Vol 19 No 1 2024 Mei Al Ihda Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Al Ihda Jurnal Pendidikan doi 10 55558 alihda v19i1
  3. 0. system maintenance cv rayyan dwi bharata publishing journal services currently undergoing scheduled... rayyanjurnal.com/index.php/JALAKOTEK/article/view/23850 system maintenance cv rayyan dwi bharata publishing journal services currently undergoing scheduled rayyanjurnal index php JALAKOTEK article view 2385
Read online
File size369.55 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test