JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA

EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan PembelajaranEDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Artikel ini mengkaji tentang reposisi dan reaktualisasi madrasah dalam memperkuat eksistensi pendidikan Islam di era 4.0. Artinya memposisikan kembali madrasah dengan melakukan perubahan dan pengelolaan yang apa adanya menuju kepengelolaan yang lebih professional. Sehingga diharapkan mampu menjawab tantangan eksistensi pendidikan Islam di era 4.0. Memasuki era revolusi 4.0 dengan disruptive innovation-nya penyelenggaraan pendidikan Islam bebas memilih untuk tetap pada sistem lama atau mencoba membuka diri di era disrupsi ini. Metode penelitian dalam artikel ini adalah kualitatif library research. Oleh sebab itu untuk menjaga eksistensi pendidikan Islam dan menempatkan madrasah dengan reaktualisasinya maka dengan meminjam istilah Rhenald Kasali, ada tiga langkah yang harus dilakukan oleh pendidikan Islam di era 4.0 yaitu disruptive mindset, self-driving, dan reshape or create.

Untuk menjaga eksistensi pendidikan Islam di era 4.0, madrasah harus mampu mencari jalan keluarnya.Jika tidak, akan sulit mewujudkan pendidikan Islam yang kontekstual terhadap zaman.Oleh sebab itu, perlu adanya reformasi dan pembaruan terhadap segenap aspek dalam pendidikan Islam.Dengan meminjam istilah Rhenald Kasali, ada tiga langkah yang harus dilakukan oleh pendidikan Islam di era 4.0 yaitu disruptive mindset, self-driving, dan reshape or create.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi secara mendalam mengenai implementasi *disruptive mindset* dalam kurikulum madrasah. Hal ini penting untuk memahami bagaimana madrasah dapat membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan adaptif terhadap perubahan yang cepat di era digital. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa madrasah yang telah menerapkan pendekatan tersebut.. . Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model manajemen madrasah yang *self-driving*, yaitu model yang mampu beroperasi secara mandiri dan inovatif tanpa terlalu bergantung pada regulasi eksternal. Penelitian ini dapat melibatkan pemangku kepentingan madrasah, seperti kepala sekolah, guru, komite madrasah, dan orang tua siswa, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mendukung kemandirian madrasah.. . Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana madrasah dapat melakukan *reshape or create* dalam konteks pendidikan Islam di era 4.0. Hal ini dapat mencakup pengembangan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, dan pembentukan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan komunitas lokal. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) untuk menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif.

Read online
File size324.49 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test