STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI

Jurnal Riset Media KeperawatanJurnal Riset Media Keperawatan

Abstrak. . Latar Belakang: Burnout merupakan kelelahan fisik, mental dan emosional yang terjadi. karena stres yang diderita dalam jangka waktu yang lama, yang menuntut keterlibatan. emosional yang tinggi. self efficacy yang tinggi membantu individu untuk menyelesaikan. tugas dan mengurangi burnout yang berkaitan dengan kemampuannya untuk mengendalikan. diri dan kecerdasan emosional membantu perawat untuk memahami emosi yang terjadi baik. pada diri sendiri maupun orang lain sehingga menjadi lebih enganged dan kecenderungan. burnout yang dialami akan rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. hubungan antara self efficacy dan kecerdasan emosional terhadap burnout pada perawat.. Metode: metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, teknik. pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 97. perawat RSUD Pakuhaji. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisa data dilakukan. menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis statistik uji. Chi-Square didapatkan ada hubungan antara self efficacy (p =0,038) dan kecerdasan. emosional (p=0.038) terhadap burnout pada perawat di rsud pakuhaji. Hasil dari keseluruhan. didapatkan ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dan kecerdasan emosional. terhadap burnout pada perawat di RSUD Pakuhaji.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa karakteristik responden perawat di RS Pakuhaji seluruhnya berada dalam rentang usia dewasa 20-60 tahun (100%), dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (88,7%) dan memiliki pendidikan terakhir profesi ners (81,4%).Sebagian besar perawat memiliki self-efficacy dan kecerdasan emosional yang rendah (52,6%), serta mengalami burnout yang tinggi (99%).Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dan burnout, serta antara kecerdasan emosional dan burnout pada perawat, dengan nilai p-value sebesar 0,038 untuk kedua hubungan tersebut.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas program pelatihan untuk meningkatkan self-efficacy dan kecerdasan emosional perawat agar mengurangi burnout. Studi lebih lanjut juga perlu menjelaskan peran faktor lingkungan kerja seperti dukungan atasan atau keseimbangan beban tugas dalam memediasi hubungan antara self-efficacy atau kecerdasan emosional dengan burnout. Selain itu, penelitian sebaiknya mengeksplorasi hubungan antara lama pengalaman kerja perawat dengan tingkat burnout, serta bagaimana pengaruh dinamika interaksi tim perawat terhadap pengelolaan burnout secara kolektif.

  1. KECERDASAN EMOSIONAL MENURUT GOLEMAN DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM 2013 PAUD | Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan... doi.org/10.46368/.v1i2.800KECERDASAN EMOSIONAL MENURUT GOLEMAN DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM 2013 PAUD Masa Keemasan Jurnal Pendidikan doi 10 46368 v1i2 800
  2. PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN BURNOUT TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN RETAIL DI KOTA SAMARINDA... ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/MV/article/view/7541PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN BURNOUT TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN RETAIL DI KOTA SAMARINDA ejurnal untag smd ac index php MV article view 7541
  3. BURNOUT DENGAN SELF EFFICACY PADA PERAWAT | JURNAL KEPERAWATAN. burnout self efficacy perawat jurnal... ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/24474BURNOUT DENGAN SELF EFFICACY PADA PERAWAT JURNAL KEPERAWATAN burnout self efficacy perawat jurnal ejournal unsrat ac index php jkp article view 24474
Read online
File size182.92 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test