IAIN PONTIANAKIAIN PONTIANAK

RaheemaRaheema

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan makanan dan minuman yang diberikan kepada anak 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat sangat berkaitan dengan pengetahuan orangtua maupun orang dewasa yang ada di sekitar anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui edukasi yang dilakukan oleh sekolah dalam pemberian MP-ASI kepada anak usia 6-24 bulan di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang, serta faktor pendukung dan penghambat sekolah dalam melakukan edukasi pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk anak, yang disertai dengan tindak lanjut yang dilakukan oleh sekolah dalam edukasi pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang.

Edukasi pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan, penjelasan kepala sekolah kepada guru, dan penyuluhan guru kepada orang tua mengenai tahapan dan tekstur MP-ASI yang tepat.Faktor pendukung meliputi waktu luang yang diberikan kepada orang tua serta pelatihan, sementara faktor penghambat utama adalah kekurangan tenaga kerja dan rendahnya antusiasme orang tua yang cenderung membeli MP-ASI instan.Sebagai tindak lanjut, sekolah merencanakan pertemuan langsung dengan wali murid, sesi parenting bersama orang tua dan guru, serta memperkuat kerja sama dengan posyandu terpadu.

Saran penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, dilakukan studi eksperimen untuk menilai sejauh mana penggunaan media digital, seperti aplikasi mobile atau video interaktif, dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik orang tua dalam pemberian MP‑ASI dibandingkan dengan metode penyuluhan konvensional di TPA Rahmah El Yunusiyyah. Kedua, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi bagaimana penambahan tenaga kerja, misalnya melalui pelatihan relawan kesehatan masyarakat, memengaruhi kualitas pelaksanaan edukasi MP‑ASI di sekolah serta mengurangi beban kerja guru. Ketiga, dilakukan penelitian longitudinal untuk membandingkan status gizi, pertumbuhan fisik, dan perkembangan kognitif anak‑anak yang terlibat dalam program edukasi MP‑ASI terintegrasi antara sekolah dan dinas kesehatan dengan anak yang tidak memperoleh intervensi serupa selama periode dua tahun. Keempat, studi survei dapat menilai perubahan sikap dan persepsi orang tua setelah mengikuti workshop parenting yang melibatkan ahli gizi, sehingga dapat mengidentifikasi faktor motivasi yang paling efektif. Semua penelitian tersebut diharapkan memberikan bukti empiris yang kuat untuk memperbaiki kebijakan dan praktik edukasi MP‑ASI secara berkelanjutan.

Read online
File size338.3 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test