UNIBAUNIBA

Jurnal EduecoJurnal Edueco

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi finansial (fintech) yang mendorong perubahan transaksi dari konvensional ke digital. Segiri Grosir Samarinda, salah satu pusat perdagangan terbesar di Kalimantan Timur, menjadi lokasi strategis untuk mengkaji penerapan pembayaran digital di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan pembayaran digital, dampaknya terhadap operasional usaha, serta persepsi dan kepuasan pelaku UMKM terhadap sistem pembayaran digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap tujuh informan UMKM, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas UMKM telah menggunakan pembayaran digital, terutama transfer bank yang dianggap lebih praktis dibandingkan QRIS. Pembayaran digital mempermudah pelayanan, meningkatkan efisiensi waktu, dan membuka peluang perluasan pasar, meskipun belum signifikan meningkatkan jumlah pelanggan baru. Pelaku UMKM umumnya merasa aman menggunakan pembayaran digital, meskipun ada kekhawatiran terhadap risiko penipuan dan bukti transfer palsu. Secara keseluruhan, pembayaran digital berperan penting dalam mendukung operasional UMKM, terutama efisiensi, fleksibilitas pelayanan, dan akses pasar.

Pelaku UMKM di Segiri Grosir Samarinda telah mengadaptasi pembayaran digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam melakukan transaksi non tunai.Transfer bank adalah salah satu metode pembayaran digital yang dominan digunakan oleh para pelaku UMKM.Hal ini dikarenakan transfer bank merupakan metode yang praktis, cepat, dan sangat mudah untuk melakukan verifikasi bukti pembayaran.Penggunaan metode pembayaran lain, seperti QRIS dan dompet digital, cukup kurang diminati karena adanya beberapa kendala teknis dan kebutuhan membuka rekening baru.Kurangnya literasi mengenai pembayaran digital serta minimnya sosialisasi membuat para pelaku UMKM kurang memahami berbagai metode pembayaran digital lainnya.Pembayaran digital memberikan dampak yang positif untuk kemudahan operasional UMKM, seperti pelayanan transaksi pelanggan dan pencatatan keuangan.Pelaku UMKM dapat melayani pelanggan dari luar kota secara cepat dan fleksibel.Meskipun belum melakukan pencatatan keuangan secara terstruktur, sistem pembayaran digital, seperti mobile banking, membantu pelaku UMKM untuk melakukan pemantauan transaksi secara mudah.Selanjutnya, pembayaran digital juga membuka peluang untuk perkembangan usaha, seperti melakukan perluasan pasar di luar kota dengan pembayaran yang terpusat.Banyak pelaku UMKM merasa puas dan aman dengan menggunakan sistem pembayaran digital.Namun, terdapat kekhawatiran mengenai bahaya keamanan seperti bukti transfer yang palsu, penipuan dari aplikasi berbahaya, atau potensi adanya peretasan rekening.Meskipun belum ada permasalahan serius dari kekhawatiran tersebut, namun pelaku UMKM tetap berhati-hati dan berharap agar pihak penyedia layanan perbankan melakukan pengembangan sistem keamanannya.

Untuk meningkatkan literasi dan pemahaman pelaku UMKM tentang pembayaran digital, perlu diadakan pelatihan rutin dan disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM di Segiri Grosir Samarinda. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai metode pembayaran digital bagi UMKM, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif bagi pelaku UMKM dalam memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Read online
File size296.83 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test