UNIAUNIA

Maharot : Journal of Islamic EducationMaharot : Journal of Islamic Education

Artikel ini dimaksudkan untuk mendiskusikan pentingnya pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran madrasah ibtidaiyah. Metode kualitatif dengan berbasis library reseach digunakan untuk tujuan di atas dengan menempatkan teks sebagai sumber penelitian. Adapun tahapan pelaksanaan riset ini antara lain: memilih topik, mendalami informasi, menetapkan fokus penelitan mengoleksi sumber data, mempersiapkan penyajian dan menyusun laporan hasil penelitian. Teknik analisis data yang digunakan berupa analisis isi (content analysis). Berikut adalah rumusan hasilnya: Pertama, konstruktivisme merupakan aliran psikologi pendidikan yang menggabungkan teori behavioristik yang memandang manusia seperti kertas putih yang dapat digambar apa saja oleh guru dan teori kognitivisme yang memandang pikiran merupakan hal terpenting dari eksistensi manusia. Syarat mutlak pembelajaran konstruktivisme adalah setiap guru harus sudah memiliki ilmu dasar sebagai hipotesis kerja. Kedua, tantangan terbesar pembelajaran konstruktivistik menekankan guru harus mampu menghadirkan konteks pembelajaran dengan strategi yang banyak dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik. akan tetapi teknik ini tidak cocok untuk materi yang mengandung doktrin dan tidak menerima trial dan error. Setiap guru harus dapat merekonstruksi ide yang dibangun oleh peserta didik dan mengeveluasi serta mereview. Keterampilan mengajar dan kapasitas keilmuan guru hendaknya ditopang oleh dimensi spritualitas yang direfleksikan dalam tindakan dan sikap.

Pembelajaran konstruktivisme adalah sebuah paham dalam psikologi pendidikan yang meyakini pengetahuan anak dapat dibangun berdasarkan konstruksi pikiran yang diperoleh melalui pengalaman-pengalaman yang telah dirasakan.Syarat utama pembelajaran ini dapat dilakukan dengan baik adalah peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar yang dijadikan basis hipotesis kerja.Dalam hal ini, guru mendapatkan tugas sebagai fasilitator pembelajaran dalam arti yang kompleks, yang meliputi menghadirkan konteks pembelajaran yang dibutuhkan peserta didik dengan strategi yang beragam, serta merekonstruksi ide peserta didik dan mengevaluasinya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas pendekatan konstruktivisme dalam meningkatkan motivasi belajar siswa MI, dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik individu siswa. Kedua, perlu dilakukan studi komparatif antara pendekatan konstruktivisme dengan pendekatan pembelajaran lain yang umum digunakan di MI, untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing pendekatan dalam konteks pembelajaran agama Islam. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran konstruktivisme yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan siswa MI, dengan melibatkan partisipasi aktif guru dan siswa dalam proses pengembangan tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat Madrasah Ibtidaiyah, serta menghasilkan guru-guru yang lebih kompeten dan inovatif dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pendidikan.

  1. Implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran sains | Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah... doi.org/10.21831/hum.v19i2.29274Implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran sains Humanika Kajian Ilmiah Mata Kuliah doi 10 21831 hum v19i2 29274
  2. Constructivism Approach in Madrasah Ibtidaiyah Learning | Shulhan | Maharot : Journal of Islamic Education.... ejournal.unia.ac.id/index.php/maharot/article/view/1308Constructivism Approach in Madrasah Ibtidaiyah Learning Shulhan Maharot Journal of Islamic Education ejournal unia ac index php maharot article view 1308
  3. KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SD: TINJAUAN EPISTEMOLOGI, ONTOLOGI, DAN KERAGUAN DALAM PRAKSISNYA... journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/view/4200KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SD TINJAUAN EPISTEMOLOGI ONTOLOGI DAN KERAGUAN DALAM PRAKSISNYA journal uny ac index php cp article view 4200
  4. Masa Depan Kesarjanaan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah | Tafhim Al-'Ilmi. kesarjanaan pendidikan... doi.org/10.37459/tafhim.v14i1.6029Masa Depan Kesarjanaan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Tafhim Al Ilmi kesarjanaan pendidikan doi 10 37459 tafhim v14i1 6029
  5. INITIATING THARIQAH AKADEMIK PROGRAM TO FLOURISH THE QUALITY EDUCATION IN SUMENEP | Kariman: Jurnal Pendidikan... doi.org/10.52185/kariman.v10i2.238INITIATING THARIQAH AKADEMIK PROGRAM TO FLOURISH THE QUALITY EDUCATION IN SUMENEP Kariman Jurnal Pendidikan doi 10 52185 kariman v10i2 238
  1. #teknik analisis data#teknik analisis data
  2. #motivasi belajar#motivasi belajar
Read online
File size471.23 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-1Ig
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test