INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM

TA'DIBAN: Journal of Islamic EducationTA'DIBAN: Journal of Islamic Education

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan dukungan platform Mathigon mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan pemahaman konsep bangun datar secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta hasil pekerjaan siswa, yang dianalisis secara kualitatif sesuai pedoman Miles dan Huberman. Analisis peningkatan dalam partisipasi siswa serta perkembangan kemampuan seperti menganalisis, kritis, membandingkan, dan menarik kesimpulan secara logis selama proses pembelajaran menunjukkan bahwa penggabungan PBL dan Mathigon efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan reflektif serta dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis, sehingga direkomendasikan penggunaan pendekatan ini sebagai inovasi dalam pembelajaran matematika di tingkat dasar.

Implementasi PBL berbantuan Mathigon di kelas 5B MIN 2 Batam secara signifikan meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa melalui peningkatan keterlibatan aktif, visualisasi konsep bangun datar yang abstrak, serta integrasi budaya lokal yang membuat pembelajaran lebih bermakna.strategi adaptif seperti pelatihan penggunaan Mathigon, penyediaan materi cetak dan video, serta penyesuaian peran kelompok berhasil mengatasi kendala teknis.secara keseluruhan, pendekatan gabungan PBL‑Mathigon terbukti efektif, inovatif, dan menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan bernalar kritis siswa.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh integrasi teknologi augmented reality (AR) dengan platform Mathigon terhadap peningkatan kemampuan bernalar kritis siswa, sehingga dapat menilai apakah visualisasi tiga‑dimensi memberikan manfaat tambahan dibandingkan tampilan dua‑dimensi. Selain itu, penting untuk melakukan perbandingan efektivitas model PBL‑Mathigon pada konteks budaya dan institusi pendidikan yang berbeda, misalnya pada madrasah lain di wilayah Indonesia, guna mengidentifikasi faktor‑faktor konteks yang memoderasi hasil pembelajaran. Selanjutnya, sebuah studi longitudinal dapat dilakukan untuk meneliti retensi kemampuan bernalar kritis siswa setelah intervensi PBL‑Mathigon selesai, dengan mengukur sejauh mana keterampilan tersebut dipertahankan selama satu hingga dua tahun ke depan. Pengembangan ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang keberlanjutan, adaptabilitas, dan potensi peningkatan teknologi dalam memperkuat pembelajaran kritis di tingkat dasar.

  1. Implementasi Kurikulum Merdeka di Tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) | TA'DIBAN: Journal of Islamic... ojs.instituthidayatullahbatam.ac.id/index.php/tadibanjournals/article/view/152Implementasi Kurikulum Merdeka di Tingkat Madrasah Ibtidaiyah MI TADIBAN Journal of Islamic ojs instituthidayatullahbatam ac index php tadibanjournals article view 152
Read online
File size400.49 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test