UNSIAUNSIA

Jurnal Ilmu Siber (JIS)Jurnal Ilmu Siber (JIS)

Penelitian ini mengkaji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan profitabilitas terhadap penghindaran pajak pada perusahaan publik sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019‑2024. Penghindaran pajak diukur dengan Effective Tax Rate (ETR) dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model (REM) serta robust standard errors. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap ETR, sedangkan secara parsial hanya profitabilitas yang berpengaruh signifikan negatif, sementara kepemilikan manajerial dan institusional tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini mendukung Political Cost Theory dan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi akademisi, praktisi, serta otoritas perpajakan dalam memahami perilaku penghindaran pajak.

Secara simultan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan profitabilitas secara signifikan memengaruhi tingkat penghindaran pajak pada perusahaan sektor makanan dan minuman.Namun, secara parsial hanya profitabilitas yang berpengaruh negatif signifikan, menunjukkan bahwa perusahaan yang lebih menguntungkan cenderung memiliki tarif pajak efektif yang lebih rendah.Variasi ETR lebih dipengaruhi oleh perubahan internal perusahaan dari tahun ke tahun daripada perbedaan struktural antar perusahaan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana kualitas tata kelola perusahaan memediasi hubungan antara kepemilikan manajerial dan penghindaran pajak di sektor makanan dan minuman, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme kontrol internal yang efektif. Selain itu, penting untuk menyelidiki dampak tingkat digitalisasi perusahaan terhadap efektivitas kepemilikan institusional dalam menekan praktik penghindaran pajak, mengingat transformasi teknologi dapat memperkuat transparansi dan pengawasan. Selanjutnya, penelitian dapat menguji apakah interaksi antara profitabilitas dan kinerja lingkungan, sosial, serta tata kelola (ESG) memoderasi perilaku penghindaran pajak, dengan harapan menemukan apakah praktik ESG yang kuat dapat mengurangi insentif perusahaan untuk mengoptimalkan beban pajak secara agresif. Pendekatan metodologis yang dapat dipertimbangkan meliputi model panel dinamis, analisis moderasi‑mediasi, serta penggunaan data sampel yang lebih luas mencakup periode pasca‑pandemi untuk menangkap dinamika kebijakan fiskal terkini.

Read online
File size575.38 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test