POLTEKSCIPOLTEKSCI

JBTJBT

Penelitian ini menguji secara kuantitatif bagaimana pengaruh uang yang berasal dari kegiatan pembangunan, yaitu Dana Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Asli Daerah, dapat menghasilkan manfaat atau apakah realisasi anggaran yang dihabiskan oleh pemerintah daerah, yaitu Belanja Modal, dapat menghasilkan nilai atau manfaat tertentu bagi masyarakat, sehingga dalam penelitian ini dapat digambarkan melalui instrumen Indeks Pembangunan Manusia. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi data panel dengan Model Efek Tetap (FEM), di mana data yang dikumpulkan adalah data cross-sectional, yaitu 414 kabupaten/kota di Indonesia untuk periode 2012 hingga 2020 yang merupakan data time series. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) DTPP memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap HDI; (2) PAD memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap HDI; (3) Melalui mediasi belanja modal, DTPP memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap HDI; dan (4) Melalui mediasi belanja modal, PAD memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap HDI.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Transfer Pemerintah Pusat (DTPP) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara simultan mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM).Namun, secara parsial, hanya Belanja Modal yang tidak berpengaruh terhadap IPM.Pengujian MRA menunjukkan bahwa moderasi belanja modal tidak memiliki pengaruh terhadap hubungan antara Dana Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Indeks Pembangunan Manusia.Hal ini dapat dijelaskan karena realisasi penerimaan Dana Transfer Pemerintah Pusat atau Dana Bagi Hasil dan Pendapatan Asli Daerah digunakan atau dibelanjakan, dengan proporsi terbesar adalah pengeluaran untuk personel dan barang atau jasa.Alokasi proporsi belanja modal harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah agar dapat berdampak positif terhadap pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi lebih dalam mengenai faktor-faktor spesifik dalam belanja pemerintah daerah, selain belanja modal, yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan IPM. Hal ini dapat mencakup analisis mendalam mengenai efektivitas program-program pendidikan dan kesehatan yang didanai oleh pemerintah daerah. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran inovasi dan teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja daerah dalam mencapai tujuan pembangunan manusia. Dengan demikian, penelitian dapat mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ketiga, penelitian dapat meneliti lebih lanjut mengenai dampak kebijakan fiskal yang berfokus pada pemerataan pendapatan dan pengurangan kesenjangan sosial terhadap IPM. Hal ini dapat mencakup analisis mengenai efektivitas program-program bantuan sosial dan insentif ekonomi yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.

  1. PENGARUH DANA TRANSFER DANA DESA DAN PAD TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI JAWA BARAT |... doi.org/10.24034/j25485024.y2020.v4.i3.4478PENGARUH DANA TRANSFER DANA DESA DAN PAD TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI JAWA BARAT doi 10 24034 j25485024 y2020 v4 i3 4478
Read online
File size486.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test