UGJUGJ

Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaDeiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Penurunan kemampuan imajinasi mahasiswa dalam menulis puisi tetap menjadi masalah signifikan dalam pembelajaran sastra, khususnya pada tingkat universitas. Hal ini disebabkan oleh kurangnya stimulasi sensorik dalam proses kreatif, yang menghambat lahirnya ide-ide baru dan ekspresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran multisensori dalam meningkatkan kemampuan imajinatif mahasiswa dalam menulis puisi. Model tersebut mencakup stimulasi lima indera untuk memperkaya pengalaman belajar dan mendorong kreativitas puisi. Penelitian menggunakan desain mixed-method, meliputi rancangan kuantitatif one-group pretest–posttest, ditambah data kualitatif dari observasi, wawancara, dan analisis isi karya mahasiswa. Evaluasi didasarkan pada lima indikator utama ekspresi imajinatif. Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai t sebesar 2,815 dan p = 0,013, yang menunjukkan perbedaan signifikan pasca penerapan model. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa pembelajaran multisensori efektif dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan sastra mahasiswa. Dampak penelitian ini adalah menyediakan pendekatan kreatif yang dapat diadopsi oleh pendidik bahasa untuk menerapkan pendekatan berbasis sensorik dalam pembelajaran sastra, khususnya dalam konteks puisi.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran multisensori secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan imajinasi dalam menulis puisi mahasiswa.Hal ini secara khusus dapat membangkitkan imajinasi kreatif yang lebih tajam, hidup, dan puitik.Melalui keterlibatan aktif panca indera dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman nyata yang memperkaya persepsi, tetapi juga terdorong untuk mengkreasikan citraan bahasa yang lebih kuat dan autentik.Hasil uji-t berpasangan menunjukkan adanya peningkatan skor yang signifikan antara hasil pretest dan posttest, yang secara statistik membuktikan efektivitas model ini.Oleh karena itu, pembelajaran puisi berbasis multisensori layak dipertimbangkan sebagai strategi pedagogis inovatif dan relevan dalam pengembangan keterampilan sastra khususnya di era pembelajaran kontekstual.

Peneliti disarankan untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih menyeluruh dengan memasukkan penggunaan indra penciuman dan rasa secara eksplisit dalam proses kreativitas menulis puisi. Selain itu, dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk menguji adaptasi model multisensori ini pada konteks pembelajaran sastra di luar puisi, seperti prosa atau drama. Penelitian juga perlu menggali lebih dalam dampak keterlibatan panca indera terhadap kemampuan kognitif mahasiswa dalam memahami dan menilai karya sastra secara holistik. Dengan begitu, hasil penelitian sebelumnya dapat diperluas menjadi kerangka teoretis yang lebih komprehensif untuk inovasi pendidikan sastra di tingkat pendidikan lebih tinggi.

  1. 0. bu8 djy e1 z9 9k xa xhu vm w8ky 7vuz yn v3v zh gz fb7 wwl cm doi.org/10.3389/feduc.2023.11370420 bu8 djy e1 z9 9k xa xhu vm w8ky 7vuz yn v3v zh gz fb7 wwl cm doi 10 3389 feduc 2023 1137042
  2. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Youtuber Eropa pada Tataran Linguistik | Deiksis: Jurnal Pendidikan... jurnal.ugj.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/6908Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Youtuber Eropa pada Tataran Linguistik Deiksis Jurnal Pendidikan jurnal ugj ac index php Deiksis article view 6908
Read online
File size300.44 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test