UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) di sekolah dasar dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis perangkat ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran STEAM mulai diintegrasikan dengan mengaitkan berbagai disiplin ilmu dalam tema peduli lingkungan, seperti kegiatan daur ulang sampah, pembuatan poster kebersihan, hingga perhitungan volume sampah. Penerapan ini mendorong siswa untuk lebih antusias, kreatif, percaya diri, serta mampu bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Namun, keberhasilan implementasi STEAM di sekolah dasar masih membutuhkan dukungan yang lebih kuat dari pihak sekolah dan kebijakan pendidikan, terutama dalam hal penyediaan fasilitas dan pengembangan kompetensi guru. Secara keseluruhan, pembelajaran STEAM memiliki potensi besar untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka sekaligus menumbuhkan keterampilan abad ke-21 pada peserta didik, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran STEAM di sekolah dasar berbasis Kurikulum Merdeka telah memberikan dampak positif terhadap pengalaman belajar siswa, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan.Penerapan STEAM sudah mulai terlihat dalam praktik pembelajaran tematik, di mana guru berusaha mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika melalui kegiatan berbasis proyek.Keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis STEAM sangat tinggi, dan kesiapan guru menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi STEAM.Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas pendukung, keterbatasan waktu dalam pelaksanaan proyek, serta minimnya pelatihan khusus mengenai STEAM.

Berdasarkan analisis, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai strategi guru dalam mengintegrasikan seni (Arts) ke dalam pembelajaran STEAM, mengingat aspek ini seringkali terabaikan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan guru yang lebih komprehensif, tidak hanya mengenai teori STEAM, tetapi juga praktik implementasi di kelas, termasuk penyusunan modul interdisipliner yang relevan dengan konteks lokal. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak pembelajaran STEAM terhadap hasil belajar siswa secara lebih objektif, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi, seperti latar belakang sosial ekonomi siswa dan kualitas fasilitas sekolah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai implementasi STEAM di sekolah dasar dan menghasilkan rekomendasi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

  1. Analisis Kegiatan Literasi SD Negeri 3 Sungai Besar Kota Banjarbaru | Anterior Jurnal. analisis kegiatan... doi.org/10.33084/anterior.v24i1.8549Analisis Kegiatan Literasi SD Negeri 3 Sungai Besar Kota Banjarbaru Anterior Jurnal analisis kegiatan doi 10 33084 anterior v24i1 8549
Read online
File size174.2 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test