UNIBAUNIBA
Jurnal EduecoJurnal EduecoPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan kurikulum dari Kurikulum Merdeka menuju Kurikulum Deep Learning terhadap manajemen pembiayaan pendidikan di SMK Negeri 4 Penajam Paser Utara. Perubahan kurikulum menuntut penyesuaian sistem pengelolaan keuangan sekolah agar mampu mendukung inovasi pembelajaran yang berbasis kompetensi mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen keuangan sekolah, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kurikulum belum berpengaruh langsung terhadap mekanisme pengelolaan dana karena sekolah masih berpedoman pada regulasi nasional yang ketat. Namun, transisi ini membuka peluang efisiensi dan inovasi pembiayaan melalui alokasi cadangan dana untuk pengembangan guru, pelaksanaan pelatihan berjenjang, serta kemitraan dengan industri. Tantangan utama yang muncul meliputi keterbatasan fleksibilitas anggaran, akuntabilitas pelaporan, dan pemerataan mutu pelatihan. Penelitian ini menegaskan pentingnya tata kelola keuangan sekolah yang adaptif, transparan, dan berbasis prioritas agar dapat menghadapi dinamika perubahan kurikulum secara berkelanjutan.
Perubahan kurikulum dari Kurikulum Merdeka menuju Kurikulum Deep Learning di SMK Negeri 4 Penajam Paser Utara tidak secara langsung mengubah mekanisme manajemen pembiayaan sekolah.Meskipun terjadi pergeseran kebijakan kurikulum, pola pengelolaan dan pengalokasian dana tetap berpedoman pada regulasi nasional yang berlaku, khususnya ketentuan melalui Permendikdasmen tentang penggunaan dana BOS dan BOSDA.Sekolah lebih banyak menyesuaikan pengelolaan keuangannya pada aspek administratif dan teknis tanpa melakukan perubahan substansial terhadap sistem penganggaran yang telah ditetapkan pemerintah pusat.Di sisi lain, masa transisi justru membuka peluang inovasi strategi pengelolaan dana pendidikan.Pengalokasian cadangan dana untuk pengembangan guru, pelaksanaan program pelatihan singkat (short course), serta kerja sama dengan mitra industri melalui program CSR, memungkinkan sekolah untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung keberlanjutan pembelajaran.Pola diseminasi hasil pelatihan antar guru menjadi bentuk efisiensi dan memperkuat pemerataan peningkatan kompetensi di lingkungan sekolah.Namun demikian, transisi ini juga menghadirkan tantangan, terutama dalam hal akuntabilitas dan pemerataan mutu.Belum adanya standar modul pelatihan guru dan mekanisme berjenjang kualitas pengembangan kompetensi menyebabkan ketimpangan kompetensi.Selain itu, keterbatasan regulasi dan transparansi dalam pelaporan keuangan masih menjadi hambatan bagi terciptanya tata kelola pembiayaan yang sepenuhnya adaptif dan berkeadilan.Realokasi dana lintas pos yang dilakukan untuk menutup kebutuhan mendesak menunjukkan bentuk adaptasi situasional, namun berpotensi mengurangi konsistensi terhadap rencana keuangan prioritas sekolah.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang melibatkan lebih banyak sekolah kejuruan di berbagai wilayah. Hal ini akan memberikan gambaran komparatif tentang efektivitas manajemen pembiayaan pendidikan pada masa transisi kurikulum nasional. Selain itu, diperlukan dukungan kebijakan yang lebih fleksibel serta sistem monitoring dan evaluasi yang komprehensif agar sekolah memiliki keleluasaan dalam mengelola pembiayaan pendidikan sesuai dengan kebutuhan lokal dan dinamika perubahan kurikulum di masa depan. Penelitian selanjutnya juga dapat fokus pada analisis dampak perubahan kurikulum terhadap kualitas lulusan dan relevansi kompetensi dengan kebutuhan industri.
- Penguatan Kapasitas Guru Dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi di Sekolah Dasar Se-Kecamatan Praya Barat... doi.org/10.36312/sasambo.v6i3.2043Penguatan Kapasitas Guru Dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi di Sekolah Dasar Se Kecamatan Praya Barat doi 10 36312 sasambo v6i3 2043
- Metode Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif | Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer. metode studi penelitian... jurnal.itscience.org/index.php/jpsk/article/view/1951Metode Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer metode studi penelitian jurnal itscience index php jpsk article view 1951
| File size | 333.81 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran diferensial dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan aktivitasPenelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran diferensial dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan aktivitas
UNIBAUNIBA Teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan metode accedental sampling. Data primer diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada respondenTeknik pengambilan sampel non probability sampling dengan metode accedental sampling. Data primer diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada responden
UNIBAUNIBA Artikel yang dipilih terbit antara 2015-2024, berbahasa Inggris, dan relevan dengan konteks pembiayaan pendidikan di Indonesia. Data dianalisis melaluiArtikel yang dipilih terbit antara 2015-2024, berbahasa Inggris, dan relevan dengan konteks pembiayaan pendidikan di Indonesia. Data dianalisis melalui
UNIBAUNIBA Lingkungan kerja non-fisik dalam penelitian ini mencakup empat dimensi utama, yaitu dukungan atasan, hubungan rekan kerja, kualitas komunikasi, dan kesempatanLingkungan kerja non-fisik dalam penelitian ini mencakup empat dimensi utama, yaitu dukungan atasan, hubungan rekan kerja, kualitas komunikasi, dan kesempatan
UNIBAUNIBA Namun hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa teaching factory dan Self Efficacy tidak terdapat pengaruh terhadap kesiapan kerja siswa jurusan manajemenNamun hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa teaching factory dan Self Efficacy tidak terdapat pengaruh terhadap kesiapan kerja siswa jurusan manajemen
UNIBAUNIBA Audit Report Lag terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap Firm Value dan memediasi secara parsial hubungan Audit Committee dan Capital StructureAudit Report Lag terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap Firm Value dan memediasi secara parsial hubungan Audit Committee dan Capital Structure
UINSYAHADAUINSYAHADA Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 20 siswa kelas V. Perlakuan yang diberikan adalah penggunaan model CRH denganJenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 20 siswa kelas V. Perlakuan yang diberikan adalah penggunaan model CRH dengan
UNCMUNCM Penulis menggunakan analisa data dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode dalam penelitian ilmiahPenulis menggunakan analisa data dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode dalam penelitian ilmiah
Useful /
UNIBAUNIBA Integrasi teknologi seperti GeoGebra dan AR/VR memperkuat posisi VRSM dalam ekosistem edutech berkelanjutan. Kajian ini menghasilkan sintesis konseptualIntegrasi teknologi seperti GeoGebra dan AR/VR memperkuat posisi VRSM dalam ekosistem edutech berkelanjutan. Kajian ini menghasilkan sintesis konseptual
UNIBAUNIBA Kepuasan pengguna berperan sebagai mediator yang memperlambat pengaruh antara variabel independen dan loyalitas. Kemudahan transaksi, risiko keamanan,Kepuasan pengguna berperan sebagai mediator yang memperlambat pengaruh antara variabel independen dan loyalitas. Kemudahan transaksi, risiko keamanan,
UNIBAUNIBA Studi ini mengidentifikasi perlunya pengembangan indikator kuantitatif dan kualitatif yang terstruktur untuk menilai kondisi debitur serta penentuan bobotStudi ini mengidentifikasi perlunya pengembangan indikator kuantitatif dan kualitatif yang terstruktur untuk menilai kondisi debitur serta penentuan bobot
UINSYAHADAUINSYAHADA Sementara itu, faktor eksternal terdiri dari faktor sosial (keluarga, guru, teman sebaya) dan faktor non-sosial (ruangan kelas, fasilitas belajar, mediaSementara itu, faktor eksternal terdiri dari faktor sosial (keluarga, guru, teman sebaya) dan faktor non-sosial (ruangan kelas, fasilitas belajar, media