UNIBAUNIBA

Jurnal EduecoJurnal Edueco

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VIII-C di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli, yang disebabkan karena kurangnya penggunaan metode pembelajaran yang beragam sehingga pembelajaran kurang efektif dan efesien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran diferensial dalam proses pembelajaran IPS dan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa di SMP Negeri 5 Gunungsitoli. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi foto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi siswa menjadi lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran, peningkatan motivasi belajar siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan tercapai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran diferensial dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa di SMP Negeri 5 Gunungsitoli.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran diferensial di SMP Negeri 5 Gunungsitoli telah berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakannya.Peningkatan aktivitas belajar siswa juga signifikan, dari rata-rata 46,24% pada siklus I menjadi 85,31% pada siklus II.Dengan demikian, model pembelajaran diferensial terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VIII-C SMP Negeri 5 Gunungsitoli.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas studi model pembelajaran diferensial tidak hanya pada satu kelas, tetapi mencakup berbagai jenjang pendidikan, seperti siswa SMP dan SMA di beragam wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan, serta dengan latar belakang sosial-ekonomi yang berbeda. Ini akan sangat membantu memahami bagaimana efektivitas model ini bisa beradaptasi atau memerlukan modifikasi di berbagai konteks pendidikan. Studi juga dapat menyoroti strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk jenis siswa atau mata pelajaran tertentu, misalnya apakah diferensiasi konten, proses, atau produk lebih berdampak pada pembelajaran IPS Terpadu. Lebih lanjut, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari model pembelajaran diferensial terhadap keterlibatan dan prestasi siswa. Penelitian mendatang dapat memantau hasil belajar siswa, motivasi intrinsik, dan kemampuan berpikir kritis mereka selama satu semester penuh atau bahkan satu tahun ajaran, untuk melihat apakah manfaatnya tetap konsisten. Mengingat bahwa studi ini baru berfokus pada aktivitas, perluasan lingkup penelitian untuk mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Sebagai tambahan, investigasi mengenai faktor-faktor yang mendukung atau menghambat implementasi model ini dari sudut pandang guru juga krusial. Bagaimana pelatihan profesional dapat dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar individu siswa secara lebih efektif? Dan bagaimana sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung guru untuk secara konsisten menerapkan pendekatan yang disesuaikan dengan minat, gaya belajar, serta kesiapan siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih inklusif dan bermakna? Penelitian-penelitian tersebut akan memperkaya pemahaman kita tentang potensi penuh pembelajaran diferensial dalam ekosistem pendidikan.

Read online
File size450.96 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test