UNIBAUNIBA

Jurnal EduecoJurnal Edueco

Pendidikan merupakan faktor fundamental dalam pembangunan berkelanjutan. Di Indonesia, meskipun alokasi 20% APBD telah diprioritaskan untuk pendidikan, tantangan efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan fiskal masih menjadi isu utama. Keterbatasan fiskal dan ketergantungan sumber publik menuntut strategi pembiayaan yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Proses pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan meliputi sustainable education financing, education funding models in Indonesia, dan waqf-based endowment funds. Artikel yang dipilih terbit antara 2015-2024, berbahasa Inggris, dan relevan dengan konteks pembiayaan pendidikan di Indonesia. Data dianalisis melalui teknik analisis yang menekankan pada identitas model pembiayaan dominan dan implikasinya terhadap keberlanjutan. Selain pembiayaan publik, ditemukan tiga model utama pembiayaan berkelanjutan seperti Kemitraan Pemerintah-Swasta atau Public–Private Partnership (PPP), dana abadi (LPDP), dan pembiayaan wakaf yang efektif meningkatkan efisiensi fiskal, kemandirian lembaga, dan pemerataan akses pendidikan. Integrasi ketiga model pembiayaan pendidikan ini dapat memperkuat sistem pendidikan nasional. Pemerintah perlu memperkuat regulasi, transparansi, dan tata kelola agar strategi pembiayaan berkelanjutan mampu mendukung pencapaian SDG 4-Pendidikan berkualitas.

Dalam studi literatur ini menegaskan bahwa di Indonesia sangat perlu adanya strategi dalam pembiayaan yang bersifat inovatif, kolaboratif, dan multilateral.Integrasi model Kemitraan Pemerintah-Swasta atau, dana abadi, dan wakaf merupakan sebuah solusi strategis yang tidak hanya menjamin stabilitas fiskal pendidikan, tetapi juga efisiensi, kemandirian institusi, dan pemerataan akses pendidikan.Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan metode studi litetratur, sehingga belum memuat data empiris lapangan dan tidak sepenuhnya mempresentasikan variasi implementasi daerah.Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pemerintah memperkuat regulasi dan tata kelola pendanaan, mendorong perluasan dana abadi nasional maupun daerah, serta menciptakan insentif bagi sektor swasta untuk terlibat dalam skema PPP dan CSR pendidikan.Sementara perguruan tinggi perlu meningkatkan pengembangan wakaf produktif dan strategi pendanaan alternatif berbasis manajemen profesional.Untuk penelitian selanjutnya, diperlukan studi empiris yang menilai efektivitas model pendanaan secara langsung sehingga dapat memperkaya rekomendasi terkait model pembiayaan pendidikan berkelanjutan di Indonesia.

Untuk memperkuat sistem pendidikan nasional, pemerintah perlu mempertimbangkan integrasi tiga model pembiayaan pendidikan, yaitu Kemitraan Pemerintah-Swasta (PPP), dana abadi (LPDP), dan pembiayaan wakaf. Strategi ini dapat meningkatkan efisiensi fiskal, kemandirian lembaga, dan pemerataan akses pendidikan. Selain itu, pemerintah juga perlu memperkuat regulasi, transparansi, dan tata kelola agar strategi pembiayaan berkelanjutan dapat mendukung pencapaian SDG 4-Pendidikan berkualitas. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada evaluasi efektivitas model pembiayaan ini secara langsung di lapangan, serta mengidentifikasi strategi pendanaan alternatif yang dapat diterapkan di luar subsidi negara.

Read online
File size310.5 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test