UNCMUNCM

Jurnal Genta MuliaJurnal Genta Mulia

Penelitian ini menitikberatkan pada pentingnya filsafat konstruktivisme dalam meningkatkan pendidikan di era digital. Konstruktivisme merupakan teori belajar yang menyoroti peran siswa dalam membangun pengetahuan mereka sendiri melalui interaksi dengan lingkungan serta pemahaman yang dibangun secara pribadi. Era digital membuka akses yang luas terhadap informasi dan sumber daya pendidikan. Tujuan studi ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana kontribusi filsafat konstruktivisme dalam meningkatkan pendidikan di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan melakukan studi literatur dari beberapa sumber yang membahas tentang filsafat konstruktivisme. Temuan dari penelitian ini menegaskan bahwa pentingnya relevansi filsafat konstruktivisme dalam meningkatkan pendidikan di era digital, terutama dalam konteks belajar melalui pengalaman, aspek akademis, dan hal-hal kognitif yang berkaitan. Implikasi dari relevansi filsafat konstruktivisme dalam pengembangan pendidikan di era digital memiliki dampak yang berkelanjutan dan dapat digunakan sebagai landasan untuk kemajuan dalam sektor pendidikan. Prinsip-prinsip konstruktivisme yang mendorong siswa untuk aktif dan mengeksplorasi pengetahuan baru, menjadi relevan mengingat perkembangan teknologi saat ini di mana kegiatan belajar seperti mencatat, menggambar, dan mengerjakan tugas sudah beralih ke platform digital. Hal ini dilakukan oleh banyak generasi saat ini yang bisa menghemat waktu. Pendekatan konstruktivisme terbukti mendukung siswa untuk menjadi belajar mandiri dan aktif dalam pendidikan, sesuai dengan tuntutan era digital saat ini.

Filsafat konstruktivisme memberikan kontribusi penting dalam pendidikan era digital dengan menekankan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman dan refleksi.Teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi sarana pendukung dalam menerapkan prinsip konstruktivisme, memungkinkan akses informasi yang lebih luas dan eksplorasi materi secara mendalam.Kombinasi antara pendekatan humanistik dan konstruktivisme saling melengkapi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital, dengan memadukan nilai kemanusiaan dan pengembangan pengetahuan kognitif.

Pertama, perlu dikaji bagaimana penerapan konstruktivisme kognitif dan sosial secara bersamaan dalam pembelajaran daring memengaruhi perkembangan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa di sekolah menengah. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas penggunaan platform kolaboratif berbasis web, seperti Google Classroom dan Microsoft Teams, dalam mendorong siswa membangun pengetahuan secara mandiri melalui proyek-proyek kreatif yang disesuaikan dengan minat pribadi mereka. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana integrasi pendekatan humanistik dalam model konstruktivisme digital dapat membentuk karakter siswa dengan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan tanggung jawab sosial di tengah dominasi teknologi. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan kerangka baru dalam merancang strategi pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjaga aspek kemanusiaan dalam pendidikan digital. Dengan demikian, pendidikan di era digital tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan individu yang kritis, kreatif, dan beretika. Pendekatan gabungan antara konstruktivisme dan humanisme perlu dieksplorasi lebih dalam agar relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini. Melalui studi empiris terhadap interaksi siswa dalam lingkungan pembelajaran digital, dapat ditemukan model optimal yang memadukan eksplorasi pengetahuan dan pengembangan nilai. Selain itu, penting untuk melihat bagaimana guru dapat dilatih menerapkan pendekatan ini secara efektif. Penelitian lanjutan juga dapat menguji adaptasi model pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dengan prinsip konstruktivisme di berbagai jenjang pendidikan. Dengan demikian, hasilnya dapat menjadi pedoman untuk kebijakan pendidikan yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan sosial.

  1. Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Literasiologi | Jurnal Literasiologi. vol jurnal literasi indonesian journal... doi.org/10.47783/literasiologi.v9i2Vol 9 No 2 2023 Jurnal Literasiologi Jurnal Literasiologi vol jurnal literasi indonesian journal doi 10 47783 literasiologi v9i2
  2. The Urgency Of Philosophy As The Basis For 2013 Curriculum Development | EDUCAN : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM.... ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/educan/article/view/5261The Urgency Of Philosophy As The Basis For 2013 Curriculum Development EDUCAN JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ejournal unida gontor ac index php educan article view 5261
  3. HAKEKAT PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF JOHN DEWEY Tinjauan Teoritis | Satya Widya. hakekat pendidikan perspektif... ejournal.uksw.edu/satyawidya/article/view/111HAKEKAT PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF JOHN DEWEY Tinjauan Teoritis Satya Widya hakekat pendidikan perspektif ejournal uksw edu satyawidya article view 111
  4. PERJALANAN MENUJU PEMAHAMAN YANG MENDALAM MENGENAI ILMU PENGETAHUAN: STUDI FILSAFAT TENTANG SIFAT REALITAS... doi.org/10.55681/jige.v4i2.815PERJALANAN MENUJU PEMAHAMAN YANG MENDALAM MENGENAI ILMU PENGETAHUAN STUDI FILSAFAT TENTANG SIFAT REALITAS doi 10 55681 jige v4i2 815
  1. #kepala sekolah#kepala sekolah
  2. #peserta didik#peserta didik
Read online
File size198.82 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2qG
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test