UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Artikel ini bertujuan meninjau secara kritis respons lingkungan sosial kampus terhadap implementasi Agile Governance dalam konteks Zona Integritas (ZI), serta menganalisis relasi antara kebijakan struktural dan budaya organisasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis dokumen dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi tata kelola tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administratif, tetapi sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif sivitas akademika, kesiapan teknologi digital, serta kemampuan institusi dalam mengatasi resistensi budaya. Integrasi nilai-nilai lokal, kepemimpinan yang transformatif, dan pelembagaan mekanisme refleksi menjadi faktor penting dalam internalisasi nilai integritas dan prinsip agile. Artikel ini merekomendasikan penguatan model tata kelola berbasis nilai, peningkatan kapasitas adaptif kelembagaan, dan pengembangan ekosistem partisipatif sebagai strategi utama menuju keberhasilan reformasi birokrasi di perguruan tinggi melalui pendekatan Agile Governance.

Penerapan Agile Governance dalam pembangunan Zona Integritas di institusi pendidikan tinggi Indonesia merupakan langkah strategis dalam mempercepat reformasi birokrasi berbasis nilai.Keberhasilan kebijakan ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial di lingkungan kampus, termasuk komitmen pimpinan, respons mahasiswa dan dosen, budaya organisasi, serta kesiapan infrastruktur teknologi.Kampus yang mampu menerjemahkan prinsip agile ke dalam praktik yang kolektif, partisipatif, dan adaptif cenderung menunjukkan hasil yang lebih mendalam dan berkelanjutan.

Berdasarkan analisis, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model pengukuran dampak sosial dari implementasi Agile Governance di perguruan tinggi, dengan mempertimbangkan indikator seperti tingkat partisipasi sivitas akademika, persepsi kualitas layanan, dan perubahan budaya organisasi. Selain itu, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai strategi komunikasi dan pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap prinsip-prinsip agile di kalangan staf dan mahasiswa. Terakhir, studi komparatif antara perguruan tinggi dengan tingkat keberhasilan implementasi Agile Governance yang berbeda dapat memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor kunci yang memengaruhi keberhasilan transformasi birokrasi di sektor pendidikan tinggi.

  1. PENGARUH KEPEMIMPINAN AGILITAS TERHADAP AGILITAS ORGANISASI BADAN PENGELOLA PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH... online-journal.unja.ac.id/mankeu/article/view/33426PENGARUH KEPEMIMPINAN AGILITAS TERHADAP AGILITAS ORGANISASI BADAN PENGELOLA PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH online journal unja ac mankeu article view 33426
Read online
File size200.76 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test