LLDIKTI12LLDIKTI12

KAMBOTI: Jurnal Sosial dan HumanioraKAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak disiplin kerja, tuntutan pekerjaan, dan kompensasi finansial terhadap keinginan karyawan untuk keluar dari perusahaan pada divisi penagihan CV “X. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenuh, melibatkan 52 karyawan sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS 28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi finansial memiliki dampak positif yang signifikan terhadap keinginan karyawan untuk keluar, sementara tuntutan pekerjaan memiliki efek negatif terhadap keinginan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perusahaan perlu meningkatkan disiplin kerja dan kompensasi finansial sambil mengelola tuntutan pekerjaan untuk mengurangi keinginan karyawan untuk keluar. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya kebijakan manajerial yang menyeimbangkan tuntutan pekerjaan, disiplin kerja, dan kompensasi untuk mengurangi tingkat turnover dalam perusahaan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan disiplin kerja yang terlalu ketat tanpa memperhatikan kondisi individu justru dapat meningkatkan keinginan karyawan untuk keluar dari perusahaan.Sebaliknya, tuntutan pekerjaan yang seimbang terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja, sekaligus menekan tingkat keinginan untuk berpindah kerja karena tidak menimbulkan kelelahan berlebihan.Selain itu, peningkatan kompensasi finansial berupa gaji, tunjangan, dan insentif efektif dalam menurunkan niat keluar dari perusahaan, karena mampu mengurangi tekanan kerja serta lebih sesuai dengan kebutuhan karyawan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan sampel dengan melibatkan karyawan dari berbagai divisi atau perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi turnover intention. Kedua, penelitian dapat mengkombinasikan metode kuantitatif dengan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam atau focus group discussion (FGD), untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi karyawan terkait dengan disiplin kerja, tuntutan pekerjaan, dan kompensasi finansial. Ketiga, penelitian mendatang perlu menelusuri peran budaya organisasi dan gaya kepemimpinan dalam memengaruhi turnover intention, serta menggunakan pendekatan longitudinal untuk menggali dampak jangka panjang dari faktor-faktor tersebut terhadap retensi karyawan. Dengan demikian, penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai fenomena turnover intention, serta menghasilkan rekomendasi praktis yang lebih efektif bagi perusahaan dalam meningkatkan kepuasan dan mengurangi niat keluar karyawan.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/ocp0000056APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 ocp0000056
Read online
File size470.2 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test