UIN MATARAMUIN MATARAM

Tahiro : Journal of Peace and Religious MederationTahiro : Journal of Peace and Religious Mederation

Artikel ini menyelidiki semangat Wasatiyyah dalam konteks Sufisme dan hikmat lokal di Indonesia. Wasatiyyah, yang berarti jalan tengah atau moderasi, adalah konsep penting dalam Islam yang menekankan keseimbangan dan harmoni. Melalui studi mendalam, artikel ini menyoroti bagaimana prinsip-prinsip Sufisme bersinggungan dengan hikmat lokal Indonesia, menciptakan bentuk praktik keagamaan yang unik dan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggunakan metode etnografi untuk mengumpulkan data dari berbagai komunitas Sufi di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi dalam Sufisme tidak hanya memperkaya spiritualitas individu tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan mendorong toleransi di antara komunitas keagamaan. Praktik-praktik seperti dhikr (ingat Allah), tahlil (menyanyikan frase La ilaha illallah), dan pertemuan keagamaan yang umum dilakukan oleh komunitas Sufi menggabungkan unsur-unsur hikmat lokal, memperkaya budaya spiritual Indonesia. Kesimpulannya, integrasi Sufisme dan hikmat lokal di Indonesia menghasilkan model keagamaan yang adaptif dan harmonis. Perwujudan semangat wasatiyyah dalam praktik-praktik ini berkontribusi signifikan terhadap perdamaian dan harmoni sosial dalam masyarakat multikultural.

Meskipun keragaman budaya dan hikmat lokal di berbagai wilayah, telah terbukti bahwa hikmat lokal memberikan solusi konkret untuk masalah lokal dan regional dalam masyarakat.Di antara berbagai bentuk hikmat lokal adalah adat dan hukum adat.Adat terutama mewakili sistem nilai yang lebih abstrak, sedangkan hukum adat telah berkembang menjadi norma sosial dengan penghargaan dan hukuman yang terkait.Wali Songo, orang suci Muslim yang dihormati, sangat menghargai budaya berkembang, memperkaya mereka dengan nilai-nilai Islam.Strategi yang digunakan oleh para penyebar Islam ini dalam menyebarkan pesan mereka bervariasi secara signifikan, tergantung pada wilayah dan kondisi masyarakat.Sebagian besar penyebar Islam ini menyesuaikan diri secara fleksibel, memastikan pesan mereka diterima oleh masyarakat.Hikmat lokal kepulauan, yang masih hidup dan terus berkembang, dapat berfungsi sebagai semangat moderasi keagamaan, khususnya ketika dilihat melalui lensa model keagamaan moderat yang terinspirasi dan diturunkan oleh Wali Songo.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran untuk penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang bagaimana prinsip-prinsip Sufisme dapat diintegrasikan dengan hikmat lokal di Indonesia untuk menciptakan praktik keagamaan yang lebih inklusif dan harmonis. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana hikmat lokal dapat digunakan sebagai alat pencegahan atau alat untuk mengurangi radikalisme dalam era globalisasi. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada bagaimana optimasi institusi komunitas dan revitalisasi ritual lokal dapat menjadi efektif dalam melawan radikalisme. Dengan melibatkan pemimpin tradisional dan agama di tingkat lokal, kita dapat mencegah penyebaran radikalisme dan mempromosikan nilai-nilai perdamaian, harmoni, dan toleransi.

  1. TEMBANG MACAPAT SEBAGAI SUMBER IDE GENDING-GENDING KARYA KI NARTOSABDO | Suparto | SELONDING. tembang... journal.isi.ac.id/index.php/selonding/article/view/66TEMBANG MACAPAT SEBAGAI SUMBER IDE GENDING GENDING KARYA KI NARTOSABDO Suparto SELONDING tembang journal isi ac index php selonding article view 66
  2. Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang | Njatrijani | Gema Keadilan. kearifan lokal perspektif... ejournal2.undip.ac.id/index.php/gk/article/view/3580Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang Njatrijani Gema Keadilan kearifan lokal perspektif ejournal2 undip ac index php gk article view 3580
  3. Pengaturan Masyarakat Hukum Adat dan Implementasi Perlindungan Hak-hak Tradisionalnya | Thontowi | Pandecta... journal.unnes.ac.id/nju/index.php/pandecta/article/view/4190Pengaturan Masyarakat Hukum Adat dan Implementasi Perlindungan Hak hak Tradisionalnya Thontowi Pandecta journal unnes ac nju index php pandecta article view 4190
  4. One moment, please.... moment please wait request verified jim.unindra.ac.id/index.php/vhdkv/article/view/920One moment please moment please wait request verified jim unindra ac index php vhdkv article view 920
Read online
File size371.07 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test