JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA

EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan PembelajaranEDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Kajian ilmiah ini menjelaskan tentang langkah strategis moderasi pendidikan Islam dengan melakukan deradikalisasi dan deideologisasi. Salah satu tokoh yang inten dan concern dalam mengeksprsikan Islam yang moderat ialah KH. Abdurrahman Wahid. Ide dan gagasan beliau patut untuk diinterpretasikan dalam perspektif pendidikan Islam. Fokus permasalahan ditekankan pada pemikiran Gus Dur mengenai pendidikan Islam, untuk kemudian dirumuskan dalam suatu model deradikalisasi melalui pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menemukan bahwa pemikiran Gus Dur berimplikasi terhadap pendidikan Islam yang pada implementasinya bercorak Pendidikan Islam berbasis Neo-Modernis, berbasis pembebasan, berbasis multikultural, Pendidikan Islam yang inklusif, serta Pendidikan Islam humanis. Kelima pendekatan tersebut telah menopang struktur sentral pendidikan Islam rahmatan lil alamin yang mendasari model deradikalisasi dan deideologisasi pendidikan Islam.

Abdurrahman Wahid tentang pendidikan Islam rahmatan lilalamin mencakup lima unsur utama, yaitu pendidikan Islam neo‑modernis, berbasis pembebasan, multikulturalisme, inklusif, dan humanis.Kelima pendekatan tersebut saling melengkapi dan menjadi dasar bagi model deradikalisasi serta deideologisasi pendidikan Islam.Humanisme, yang menjadi gagasan sentral, didukung oleh konsep universalisme, kosmopolitanisme, etika sosial, dan pribumisasi Islam.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara empiris bagaimana penerapan kurikulum pendidikan Islam neo‑modernis di sekolah menengah memengaruhi sikap toleransi siswa terhadap perbedaan agama dan budaya, dengan menggunakan desain eksperimental longitudinal. Selanjutnya, studi kualitatif dapat menyelidiki dampak program pendidikan inklusif terhadap persepsi radikalisme di kalangan remaja, khususnya melalui wawancara mendalam dengan peserta didik, guru, dan orang tua. Penelitian ketiga dapat mengeksplorasi efektivitas pendekatan pribumisasi Islam dalam program deradikalisasi komunitas lokal, dengan membandingkan hasil intervensi yang menyesuaikan ajaran Islam dengan nilai‑nilai budaya setempat versus pendekatan universal. Semua penelitian ini diharapkan memberikan bukti praktis untuk memperkuat model deradikalisasi berbasis pendidikan Islam yang inklusif, humanis, dan kontekstual. Hasilnya dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan bagi kementerian pendidikan dan lembaga keagamaan dalam mengintegrasikan nilai‑nilai moderasi ke dalam kurikulum nasional.

Read online
File size352.31 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test