STT SUSTT SU

PROSIDING STT Sumatera UtaraPROSIDING STT Sumatera Utara

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan agama yang hanya menjadi formalitas saja serta untuk mengetahui tentang suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang yang berhubungan langsung dengan formalisme agama. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian pustaka, yaitu dengan cara mengumpulkan literatur-literatur yang relevan guna memperoleh data yang diperlukan. Temuan penelitian adalah bahwa bila agama benar-benar mau berfungsi, harus bersiteguh hati menerobos kebekuan dogmatisme dan ritualismenya, dan mulai menaruh perhatian yang amat serius terhadap tantangan-tantangan etis. Setiap agama yang menyadari tantangan etis akan menyadari bahwa tantangan-tantangan etis ini adalah tantangan-tantangan bersama. Agama bukan hanya sekedar formalitas saja karena jika hanya demikian maka hal itu membahayakan, baik bagi agama itu sendiri maupun penganutnya. Dengan formalisasi, agama akan diamputasi sedemikian rupa, dilepaskan dari konteks sosial dan kultural, disapih dari pertumbuhannya sepanjang sejarah, dan pesan-pesannya akan ditentukan berdasarkan bingkai ideologis dan/atau platform partai politik.

Formalisme agama dapat menimbulkan masalah serius, seperti pengabaian nilai-nilai etis dan terlepasnya agama dari konteks sosial budaya.Hal ini dapat menyebabkan agama dimanipulasi untuk kepentingan politik dan ideologis, serta mengancam kerukunan umat beragama.Oleh karena itu, penting untuk memahami agama secara mendalam dan menghindari pemahaman yang kaku dan formalistik.Dengan demikian, agama dapat berfungsi sebagai pedoman hidup yang bermakna dan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang damai dan harmonis.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mendorong formalisme agama dalam konteks masyarakat Indonesia yang beragam. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan praktik formalisme agama di berbagai agama dan tradisi keagamaan, serta dampaknya terhadap kerukunan antarumat beragama. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendidikan agama yang menekankan pemahaman substantif dan nilai-nilai etis, serta mendorong dialog antaragama untuk membangun toleransi dan saling pengertian. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi masalah formalisme agama dan memperkuat kerukunan umat beragama di Indonesia, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana agama dapat berfungsi sebagai kekuatan positif dalam masyarakat.

Read online
File size389.69 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test