UACUAC

Nazhruna: Jurnal Pendidikan IslamNazhruna: Jurnal Pendidikan Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kurikulum sarjana pendidikan guru Islam di Indonesia dan Malaysia. Penelitian bersifat kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil studi yang dilakukan di UIN Walisongo Semarang, Indonesia, dan Universiti Teknologi Malaysia menunjukkan adanya perbedaan struktur dan pengelolaan kurikulum program studi pendidikan agama Islam, antara lain: (1) Di Indonesia, gelar sarjana pendidikan guru agama Islam hanya dapat diperoleh dengan langsung masuk universitas setelah menyelesaikan SMA, sedangkan di Malaysia lulusan SMA harus mengikuti program matrikulasi, foundation, atau diploma selama dua tahun sebelum melanjutkan pendidikan sarjana; (2) Mahasiswa Indonesia harus menyelesaikan 144 SKS dalam minimal 3,5 tahun dan maksimal 7 tahun, sementara di Malaysia hanya diperlukan 128 SKS dalam minimal 4 tahun dan maksimal 6 tahun; (3) Kurikulum di Indonesia sepenuhnya berada di bawah kendali ketua program studi, sedangkan di Malaysia 40% dirancang oleh departemen School of Education (bidang pedagogi) dan 60% dikelola oleh Tamaddun Academy (bidang profesional dan sosial‑kepribadian); (4) Penyajian mata kuliah di Indonesia menekankan 29% pada penguatan pedagogi, 56% pada keterampilan profesional, dan 15% pada domain sosial‑kepribadian, sementara di Malaysia proporsinya unik dengan 21% pada pedagogi, 49% pada keterampilan profesional, dan 30% pada domain sosial‑kepribadian. Temuan ini penting untuk membandingkan kelebihan dan kelemahan sistem pendidikan kedua negara sebagai bahan perbaikan di masa depan.

Penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam struktur, jalur masuk, durasi studi, dan pengelolaan kurikulum pendidikan guru agama Islam antara Indonesia dan Malaysia.Di Indonesia kurikulum dikelola sepenuhnya oleh ketua program studi, sedangkan di Malaysia 40% dirancang oleh School of Education dan 60% oleh Tamaddun Academy, dengan perbedaan proporsi penekanan pada pedagogi, kompetensi profesional, dan aspek sosial‑kepribadian.Karena penelitian terbatas pada dua universitas, diperlukan penelitian lanjutan yang mencakup wilayah dan variasi budaya yang lebih luas untuk memperkuat generalisasi temuan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana perbedaan kurikulum pendidikan guru agama Islam di berbagai provinsi Indonesia dan negara bagian Malaysia memengaruhi kompetensi dosen serta lulusan, dengan melakukan survei lintas wilayah untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang berperan. Selain itu, penting untuk meneliti sejauh mana integrasi teknologi digital dalam mata kuliah pedagogi pada program studi pendidikan guru agama Islam meningkatkan efektivitas pembelajaran di kedua negara, misalnya melalui eksperimen kelas yang membandingkan penggunaan platform e‑learning versus metode tradisional. Selanjutnya, peneliti dapat merancang model kolaborasi lintas institusi antara universitas Indonesia dan Malaysia untuk menghasilkan kurikulum hibrida yang menggabungkan keunggulan pendekatan terdesentralisasi Indonesia dan pendekatan terpusat Malaysia, serta menguji implementasinya dalam meningkatkan kesiapan profesional calon guru agama.

  1. Tolerance Education Through Islamic Religious Education in Indonesia | Atlantis Press. tolerance education... atlantis-press.com/proceedings/icse-15/25852561Tolerance Education Through Islamic Religious Education in Indonesia Atlantis Press tolerance education atlantis press proceedings icse 15 25852561
  2. Relationship Between School Climate and Teachers’ Commitment in an Excellent School of Kubang Pasu... richtmann.org/journal/index.php/mjss/article/view/6391Relationship Between School Climate and TeachersAo Commitment in an Excellent School of Kubang Pasu richtmann journal index php mjss article view 6391
  3. Data Analysis in Qualitative Research. data analysis qualitative research theorizing abductive stefan... doi.org/10.7208/chicago/9780226817729.001.0001Data Analysis in Qualitative Research data analysis qualitative research theorizing abductive stefan doi 10 7208 chicago 9780226817729 001 0001
  4. "“Researcher-As-Instrument” in Qualitative Research: The Complexities o" by Bogum... doi.org/10.46743/2160-3715/2022.5074AuResearcher As InstrumentAy in Qualitative Research The Complexities o by Bogum doi 10 46743 2160 3715 2022 5074
Read online
File size652.53 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test