UMMUBAUMMUBA
Jurnal Muara PendidikanJurnal Muara PendidikanBahasa Inggris memiliki peran penting dalam industri broadcasting, terutama dalam penguasaan perangkat lunak, istilah teknis, dan keterampilan komunikasi profesional. Namun, di SMK Swasta Islam Andalusia, bahan ajar yang digunakan masih bersifat umum dan belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan spesifik konsentrasi Broadcasting. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan bahan ajar Bahasa Inggris yang sesuai dengan kompetensi broadcasting agar mendukung proses pembelajaran sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru Bahasa Inggris, guru Broadcasting, dan kepala sekolah. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi Bahasa Inggris perlu menitikberatkan pada kosakata teknis yang terkait dengan peralatan praktik broadcasting maupun perangkat lunak yang digunakan, serta keterampilan menulis naskah dan laporan berita, disertai latihan berbicara dalam konteks profesional. Kesimpulannya, bahan ajar yang ada saat ini belum mampu menjawab kebutuhan spesifik siswa. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar berbasis English for Specific Purposes (ESP) sangat diperlukan agar pembelajaran lebih kontekstual, berorientasi vokasional, dan mendukung kesiapan siswa menghadapi tantangan industri broadcasting.
Penelitian ini menunjukkan bahwa materi bahasa Inggris yang ada saat ini terlalu umum dan tidak memenuhi kebutuhan spesifik mahasiswa jurusan Broadcasting di SMK Swasta Islam Andalusia.Diperlukan integrasi kompetensi bidang khusus, seperti istilah teknis, penulisan skrip, latihan pengucapan, dan komunikasi profesional, ke dalam bahan ajar berbasis ESP.Dengan mengadopsi pendekatan ESP yang autentik, pembelajaran dapat lebih relevan dengan praktik industri, meningkatkan kesiapan lulusan dalam lingkungan kerja.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana pengembangan modul ESP berbasis multimedia dapat meningkatkan penguasaan istilah teknis broadcasting pada siswa SMK, dengan menguji efektivitasnya melalui desain eksperimen pre‑post test. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti dampak integrasi latihan pengucapan profesional dalam kurikulum ESP terhadap kemampuan siswa dalam penyampaian berita live dan presentasi, serta mengukur persepsi industri terhadap kualitas lulusan. Selanjutnya, penelitian kualitatif dapat menyelidiki persepsi guru dan siswa mengenai relevansi materi ESP yang dirancang secara kolaboratif dengan perusahaan broadcasting, untuk mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan dan hambatan implementasi di lingkungan sekolah vokasi. Penelitian campuran dapat menggabungkan analisis kuantitatif hasil tes kemampuan bahasa dengan wawancara mendalam kepada pemangku kepentingan, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang kesesuaian materi ESP dengan standar kompetensi kerja industri broadcasting. Akhirnya, studi perbandingan antara SMK yang telah mengadopsi pendekatan ESP dengan yang masih menggunakan kurikulum bahasa umum dapat menilai perbedaan signifikan dalam kesiapan kerja lulusan, memberikan bukti empiris bagi kebijakan pendidikan vokasi nasional.
- A NEEDS ANALYSIS FOR ESP IN A MULTIMEDIA STUDY PROGRAMME OF A VOCATIONAL HIGH SCHOOL | Santika | International... doi.org/10.17509/ije.v15i1.46156A NEEDS ANALYSIS FOR ESP IN A MULTIMEDIA STUDY PROGRAMME OF A VOCATIONAL HIGH SCHOOL Santika International doi 10 17509 ije v15i1 46156
- Beyond the classroom: Fostering English communication skills in vocational education through podcasting... doi.org/10.33474/jp2m.v5i2.21688Beyond the classroom Fostering English communication skills in vocational education through podcasting doi 10 33474 jp2m v5i2 21688
- Needs analysis-based ESP course design for vocational high school students | KEMBARA: Jurnal Keilmuan... doi.org/10.22219/kembara.v7i2.17591Needs analysis based ESP course design for vocational high school students KEMBARA Jurnal Keilmuan doi 10 22219 kembara v7i2 17591
- REVIEW: STUDENTS’ ENGAGEMENT IN BLENDED LEARNING | Jurnal Muara Pendidikan. review students engagement... ejournal.ummuba.ac.id/index.php/mp/en/article/view/2285REVIEW STUDENTSAo ENGAGEMENT IN BLENDED LEARNING Jurnal Muara Pendidikan review students engagement ejournal ummuba ac index php mp en article view 2285
| File size | 434.9 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
PAPANDAPAPANDA Banyak siswa merasa kesulitan memahami konsep SPLTV karena penyampaian materi cenderung abstrak dan kurang menarik, sehingga dibutuhkan pendekatan pembelajaranBanyak siswa merasa kesulitan memahami konsep SPLTV karena penyampaian materi cenderung abstrak dan kurang menarik, sehingga dibutuhkan pendekatan pembelajaran
UINSAUINSA Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah Kepala TU. Hasil menunjukkan bahwa sistemPenelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah Kepala TU. Hasil menunjukkan bahwa sistem
UINSAUINSA Untuk menjawab penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian observasi dan wawancara. Informan penelitian adalah Koordinator Kepala Tata Usaha.Untuk menjawab penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian observasi dan wawancara. Informan penelitian adalah Koordinator Kepala Tata Usaha.
PAPANDAPAPANDA Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan ketajaman berpikirTeknik pengumpulan data meliputi tes tertulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan ketajaman berpikir
UnsilUnsil Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, penelitian ini melibatkan 22 guru PJOK dari Kabupaten Sumedang yang mengikutiMetode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, penelitian ini melibatkan 22 guru PJOK dari Kabupaten Sumedang yang mengikuti
UMPRUMPR Partisipasi pengemis yang rendah, keterbatasan fasilitas rehabilitasi, jumlah pendamping sosial yang terbatas, serta kesulitan dalam reintegrasi sosialPartisipasi pengemis yang rendah, keterbatasan fasilitas rehabilitasi, jumlah pendamping sosial yang terbatas, serta kesulitan dalam reintegrasi sosial
UMPRUMPR Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi dan hasil belajar matematika murid pada materi SPLDV menggunakan modelPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi dan hasil belajar matematika murid pada materi SPLDV menggunakan model
UNHJAMBIUNHJAMBI Fokus penelitian ini adalah elemen visual di Instagram yang berhubungan dengan inisiatif CSR perusahaan, seperti foto dan video. Hasil penelitian ditemukanFokus penelitian ini adalah elemen visual di Instagram yang berhubungan dengan inisiatif CSR perusahaan, seperti foto dan video. Hasil penelitian ditemukan
Useful /
PAPANDAPAPANDA Siswa juga keliru menafsirkan hasil akhir sehingga jawaban tidak sesuai dengan konteks nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan konsep aljabar danSiswa juga keliru menafsirkan hasil akhir sehingga jawaban tidak sesuai dengan konteks nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan konsep aljabar dan
UINSAUINSA Teknologi informasi, seperti aplikasi pembelajaran (google form, quiziz, kahoot), AI, perangkat asasmen (CBT berbasis moodle), Dan platfrom komunikasiTeknologi informasi, seperti aplikasi pembelajaran (google form, quiziz, kahoot), AI, perangkat asasmen (CBT berbasis moodle), Dan platfrom komunikasi
UINSAUINSA Dalam profil pelajar Pancasila juga terdapat 5 dimensi profil pelajar Pancasila yaitu 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia;Dalam profil pelajar Pancasila juga terdapat 5 dimensi profil pelajar Pancasila yaitu 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia;
PAPANDAPAPANDA 384). Nilai R² masing-masing konstruk menunjukkan kemampuan model yang baik dalam menjelaskan variabel endogen, sedangkan nilai CA, CR, dan AVE menegaskan384). Nilai R² masing-masing konstruk menunjukkan kemampuan model yang baik dalam menjelaskan variabel endogen, sedangkan nilai CA, CR, dan AVE menegaskan