UnsilUnsil
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training)Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training)Penelitian ini menganalisis implementasi Program Pengembangan Kompetensi Guru (PKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, penelitian ini melibatkan 22 guru PJOK dari Kabupaten Sumedang yang mengikuti program PKG PJOK. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan melalui Focus Group Discussion (FGD). Analisis data observasi menggunakan penilaian skor, sedangkan data FGD dianalisis secara tematik menggunakan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program PKG PJOK berdampak positif pada peningkatan profesionalisme guru PJOK, dengan sebagian besar peserta menunjukkan performa sangat baik dalam aspek pengajaran, penyusunan bahan ajar, pengembangan media pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. Analisis FGD mengidentifikasi pembelajaran, anak, sekolah, penilaian, PJOK, dan materi sebagai kata dominan, serta Penyesuaian Materi dan Penampilan Mengajar sebagai tema utama diskusi.
Berdasarkan observasi, analisis dokumen, dan Focus Group Discussion (FGD), dapat disimpulkan bahwa implementasi Program Pengembangan Kompetensi Guru (PKG) PJOK berkontribusi positif pada peningkatan kompetensi profesional guru, terutama dalam penampilan mengajar, pengembangan bahan ajar, pengembangan media pembelajaran, dan penilaian hasil belajar.Mayoritas guru menunjukkan kinerja sangat baik dalam membuka/menutup pembelajaran, penguasaan materi, strategi, dan pemanfaatan media.Hasil FGD dan analisis pengkodean menunjukkan fokus utama diskusi pada strategi pembelajaran, penilaian, penggunaan media, dan motivasi siswa, mencerminkan orientasi guru pada praktik langsung dan adaptasi terhadap paradigma serta kurikulum baru.
Peneliti disarankan mengkaji dampak pelatihan digital lebih dalam pada program pengembangan kompetensi guru PJOK, terutama dalam konteks perkembangan teknologi belajar daring. Disarankan juga untuk menyelidiki peran kepemimpinan sekolah dalam memfasilitasi implementasi program PKG di daerah dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Selain itu, penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi model pembelajaran kolaboratif antar-guru PJOK untuk meningkatkan inovasi dan kepemilikan program dalam skala lebih luas.
| File size | 705.66 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
ITNYITNY Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dari analisis kelurusan pada data DEM didapatkan hasil FFD dengan kriteriaBerdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dari analisis kelurusan pada data DEM didapatkan hasil FFD dengan kriteria
UnsilUnsil Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran PJOK di SMP Kabupaten Majalengka telah dilakukan denganPenelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran PJOK di SMP Kabupaten Majalengka telah dilakukan dengan
UnsilUnsil Implementasi pendekatan Teaching Games for Understanding (TGfU) yang diintegrasikan dengan problem‑based learning dan pembelajaran kooperatif terbuktiImplementasi pendekatan Teaching Games for Understanding (TGfU) yang diintegrasikan dengan problem‑based learning dan pembelajaran kooperatif terbukti
UnsilUnsil tanggung jawab (85%), kerjasama (82%), sportivitas (78%), dan integritas (71%). Lima fase pembelajaran berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yangtanggung jawab (85%), kerjasama (82%), sportivitas (78%), dan integritas (71%). Lima fase pembelajaran berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang
UnsilUnsil Ketiga variabel bebas Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Kebugaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Generasi Unggul. Di antaraKetiga variabel bebas Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Kebugaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Generasi Unggul. Di antara
UnsilUnsil Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan dua kelompok perlakuan, masing-masing menjalani program latihan berbeda selama periode pengamatan yang sama.Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan dua kelompok perlakuan, masing-masing menjalani program latihan berbeda selama periode pengamatan yang sama.
UnsilUnsil Kesimpulannya, akurasi smash siswa dapat ditingkatkan dengan menggabungkan latihan imagery dengan aktivitas latihan drill menggunakan media sasaran kardus.Kesimpulannya, akurasi smash siswa dapat ditingkatkan dengan menggabungkan latihan imagery dengan aktivitas latihan drill menggunakan media sasaran kardus.
UnsilUnsil Temuan ini menunjukkan bahwa baterai kompetensi motorik olahraga memberikan pengukuran yang konsisten dan andal yang cocok untuk mengevaluasi perkembanganTemuan ini menunjukkan bahwa baterai kompetensi motorik olahraga memberikan pengukuran yang konsisten dan andal yang cocok untuk mengevaluasi perkembangan
Useful /
UNSAUNSA The findings reveal that Dev demonstrates stronger consistency in using supportive and meaningful love expressions, particularly through quality time andThe findings reveal that Dev demonstrates stronger consistency in using supportive and meaningful love expressions, particularly through quality time and
UNSAUNSA Interviews and observations took place directly within the dormitory context, focusing on students use of English in daily activities. Data analysis wasInterviews and observations took place directly within the dormitory context, focusing on students use of English in daily activities. Data analysis was
ITNYITNY Metode yang diterapkan meliputi pembuatan penampang stratigrafi pada 3 lintasan Kali Clumprit (CBC), Watupuru (WJA) dan Songgo (ST1), korelasi umur ketigaMetode yang diterapkan meliputi pembuatan penampang stratigrafi pada 3 lintasan Kali Clumprit (CBC), Watupuru (WJA) dan Songgo (ST1), korelasi umur ketiga
UnsilUnsil Kelompok XT1 menunjukkan peningkatan keterampilan bermain tertinggi (Mean = 78,13), diikuti XT2 (Mean = 67,04), dan XC (Mean = 57,66). Uji effect sizeKelompok XT1 menunjukkan peningkatan keterampilan bermain tertinggi (Mean = 78,13), diikuti XT2 (Mean = 67,04), dan XC (Mean = 57,66). Uji effect size