UnsilUnsil

Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training)Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training)

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran guru PJOK dalam mengimplementasikan elemen bernalar kritis Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 2 Sukamanti, Kabupaten Ciamis. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi‑terstruktur dengan guru PJOK, Wakasek Kurikulum, dan dua siswa, serta analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman bernalar kritis terkontruksi bertingkat sesuai peran stakeholder pendidikan. Implementasi pendekatan Teaching Games for Understanding (TGfU) yang diintegrasikan dengan problem‑based learning dan pembelajaran kooperatif terbukti efektif mengembangkan kemampuan bernalar kritis dengan menekankan pemahaman taktik sebelum teknik. Faktor pendukung meliputi kebijakan Kurikulum Merdeka, antusiasme siswa, dan kolaborasi guru, sedangkan penghambat mencakup keterbatasan waktu, jumlah siswa besar, dan kebiasaan pembelajaran konvensional. Dampak positif implementasi terlihat pada peningkatan partisipasi aktif, kemampuan problem solving, pemahaman konseptual mendalam, dan transformasi pembelajaran holistik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi elemen bernalar kritis dalam pembelajaran PJOK telah berjalan efektif melalui pemahaman yang bertingkat dari seluruh stakeholder pendidikan, mulai dari perspektif kebijakan manajemen hingga aplikasi praktis di tingkat siswa.Penggunaan pendekatan Teaching Games for Understanding (TGfU) yang didukung oleh model problem-based learning, project-based learning, dan pembelajaran kooperatif terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan bernalar kritis siswa dengan menekankan pemahaman taktik sebelum penguasaan teknik.Meskipun terdapat berbagai tantangan operasional seperti keterbatasan waktu pembelajaran, jumlah siswa yang besar, kemampuan siswa yang beragam, dan inersia kebiasaan pembelajaran konvensional, implementasi bernalar kritis menunjukkan dampak positif yang multidimensional terhadap peningkatan partisipasi aktif siswa, kemampuan problem solving, pemahaman konseptual yang mendalam, serta transformasi proses pembelajaran yang lebih partisipatif, analitis, dan bermakna.

Penelitian lanjutan dapat (1) mengkaji efektivitas penggabungan model Teaching Games for Understanding (TGfU) dengan pembelajaran berbasis game digital terhadap pengembangan bernalar kritis siswa PJOK pada skala yang lebih luas, sehingga dapat menilai dampak teknologi terhadap motivasi dan pencapaian kognitif. (2) Meneliti strategi diferensiasi pembelajaran yang dapat mengatasi tantangan kelas besar dan heterogenitas kemampuan siswa dalam konteks PJOK, misalnya dengan model pembelajaran adaptif atau penggunaan kelompok mikro, untuk mengetahui bagaimana pendekatan tersebut mempengaruhi kualitas pengembangan bernalar kritis. (3) Melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi transfer kemampuan bernalar kritis yang diperoleh melalui PJOK ke mata pelajaran akademik lain serta penerapannya dalam situasi kehidupan sehari‑hari, sehingga dapat mengidentifikasi keberlanjutan dan kontribusi profil pelajar Pancasila secara menyeluruh. Ketiga arah penelitian ini diharapkan memberikan wawasan praktis bagi kebijakan kurikulum dan pelatihan guru, serta memperkuat implementasi profil pelajar Pancasila dalam pendidikan jasmani.

  1. Integrating life skills into small-game courses within the context of positive youth development. | Subekti... doi.org/10.35194/jm.v13i1.3090Integrating life skills into small game courses within the context of positive youth development Subekti doi 10 35194 jm v13i1 3090
Read online
File size629.79 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test