UnwahasUnwahas
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi KlinikJurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi KlinikEzetimibe termasuk pada Biopharmaceutics Classification Sistem (BCS) kelas II yang memiliki kelarutan yang rendah, sehingga laju disolusi dan bioavailabilitas oralnya rendah. Suatu sistem dispersi padat (DP) dapat meningkatkan luas permukaan obat dan kontak antara obat dengan media disolusi, sehingga laju disolusi zat aktif dapat meningkat. PEG 8000 banyak digunakan sebagai pembawa hidrofilik dalam sistem dispersi padat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan laju disolusi ezetimibe yang tidak larut air dengan membentuk sistem dispersi padat ezetimibe-PEG 8000 dengan rasio 1:1; 1:2; dan 1:3. Sistem dispersi padat dibuat dengan metode peleburan. Evaluasi yang dilakukan yaitu perolehan kembali, laju disolusi, difraksi X-ray (XRD) yang dibandingkan antara DP dan ezetimibe murni (EM). Hasil dari evaluasi menunjukkan sistem dispersi padat meningkatkan laju disolusi ezetimibe yaitu 80% ezetimibe terlarut dibandingkan ezetimibe tunggal sebanyak 40% selama 45 menit. Selain itu, karakterisasi DTA menunjukkan hilangnya puncak endotermik pada suhu 83,8ºC dan 164,8ºC dari ezetimibe pada dispersi padat. Karakterisasi sinar-X menunjukkan penurunan intensitas relatif pada sudut 2θ: 7,78º; 15,70°; dan 21,73º dari puncak ezetimibe. Sistem dispersi padat ezetimibe-PEG 8000 dapat meningkatkan disolusi dan menurunkan kristalinitas ezetimibe.
Pembentukan dispersi padat ezetimibe-PEG 8000 dapat meningkatkan laju disolusi dari ezetimibe.Dispersi padat yang diadsorpsikan menunjukkan peningkatan laju disolusi yang lebih tinggi dibanding dispersi padat ezetimibe-PEG 8000.Karakterisasi difraksi sinar-X dan DTA menunjukkan penurunan kristalinitas ezetimibe dan perubahan menjadi amorf.
Penelitian ini membuka peluang untuk beberapa kajian lanjutan yang menarik. Pertanyaan penting yang muncul adalah apakah peningkatan kelarutan yang berhasil dicapai benar-benar diikuti dengan peningkatan penyerapan di dalam tubuh, sehingga dapat diteliti lebih lanjut melalui uji ketersediaan hayati pada hewan percobaan. Selain itu, stabilitas dari sediaan dispersi padat yang telah dibuat perlu dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya tidak menurun selama penyimpanan, misalnya dengan mengamati apakah kristal obat tidak kembali terbentuk seiring berjalannya waktu. Arah penelitian lain yang bisa ditempuh adalah dengan membandingkan efektivitas metode peleburan yang telah digunakan dengan metode lain seperti metode pelarutan atau kombinasi keduanya, guna menemukan teknik formulasi yang paling optimal dalam menghasilkan sediaan ezetimibe dengan kualitas terbaik. Kajian-kajian ini akan memberikan pemahaman yang lebih lengkap dan mendalam sebelum sediaan ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk obat yang aman dan efektif bagi masyarakat.
| File size | 584.9 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
UnwahasUnwahas Ekstrak etanol daun kalebas (Crescentia cujete Linn) memiliki aktivitas antioksidan kuat (IC₅₀ = 80,21 µg/mL) dan formulasi krim optimal ditentukanEkstrak etanol daun kalebas (Crescentia cujete Linn) memiliki aktivitas antioksidan kuat (IC₅₀ = 80,21 µg/mL) dan formulasi krim optimal ditentukan
UnwahasUnwahas Perbedaan variasi konsentrasi ekstrak dan gelling agent dapat berpengaruh pada karakteristik fisik, stabilitas dan aktivitas farmakologis dari emulgel.Perbedaan variasi konsentrasi ekstrak dan gelling agent dapat berpengaruh pada karakteristik fisik, stabilitas dan aktivitas farmakologis dari emulgel.
UnwahasUnwahas Aktivitas antibakteri dan antioksidan terbaik ditunjukkan oleh gel dengan konsentrasi EEBK sebesar 40% (F3) yang menghasilkan daya hambat sebesar 21,5Aktivitas antibakteri dan antioksidan terbaik ditunjukkan oleh gel dengan konsentrasi EEBK sebesar 40% (F3) yang menghasilkan daya hambat sebesar 21,5
UnwahasUnwahas Minyak alpukat berpotensi sebagai zat aktif kosmetik dengan konsentrasi 3 hingga 20%. Sebagai simpulan, minyak alpukat berpotensi untuk dikembangkan sebagaiMinyak alpukat berpotensi sebagai zat aktif kosmetik dengan konsentrasi 3 hingga 20%. Sebagai simpulan, minyak alpukat berpotensi untuk dikembangkan sebagai
UnwahasUnwahas Pengambilan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale 8 (MMAS-8). Data yang diperoleh diuji Chi-square. Total responden berjumlah 184Pengambilan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale 8 (MMAS-8). Data yang diperoleh diuji Chi-square. Total responden berjumlah 184
APTKLHIAPTKLHI Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi limbah cair kelapa sawit (POME) sebagai media kultur bagi Chlorella vulgaris sekaligus merancang skala-upPenelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi limbah cair kelapa sawit (POME) sebagai media kultur bagi Chlorella vulgaris sekaligus merancang skala-up
ALMAATAALMAATA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas yogurt bengkuang terhadap profil lipid dan tingkat trigliserida pada karyawan Politeknik KesehatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas yogurt bengkuang terhadap profil lipid dan tingkat trigliserida pada karyawan Politeknik Kesehatan
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Teh kombucha menurunkan kadar asam urat pada tikus hiperurisemia melalui mekanisme inhibisi xantin oksidase. Selain itu, kombucha efektif mengurangi kadarTeh kombucha menurunkan kadar asam urat pada tikus hiperurisemia melalui mekanisme inhibisi xantin oksidase. Selain itu, kombucha efektif mengurangi kadar
Useful /
IAINPTKIAINPTK PBL mendorong siswa aktif menyelesaikan masalah autentik sehingga memperdalam pemahaman konsep. Disarankan guru mempertimbangkan PBL sebagai alternatifPBL mendorong siswa aktif menyelesaikan masalah autentik sehingga memperdalam pemahaman konsep. Disarankan guru mempertimbangkan PBL sebagai alternatif
IAINPTKIAINPTK Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan praktik perceraian di luar pegadilan di Situbondo dan problematika otoritas antara hukum negara dan hukum Islam.Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan praktik perceraian di luar pegadilan di Situbondo dan problematika otoritas antara hukum negara dan hukum Islam.
APTKLHIAPTKLHI Golden ratio pada bunga menunjukkan nilai estetika lewat 12 jenis rasio, menandakan setiap spesies memiliki keindahan tersendiri berdasarkan bentuknya.Golden ratio pada bunga menunjukkan nilai estetika lewat 12 jenis rasio, menandakan setiap spesies memiliki keindahan tersendiri berdasarkan bentuknya.
ALMAATAALMAATA Menggunakan 24 ekor tikus wistar kemudian dibagi menjadi 4 kelompok: K- (tikus normal); K (tikus KEP); P1(tikus KEP dengan intervensi tepung ulat saguMenggunakan 24 ekor tikus wistar kemudian dibagi menjadi 4 kelompok: K- (tikus normal); K (tikus KEP); P1(tikus KEP dengan intervensi tepung ulat sagu