UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Permasalahan pengemis di Kota Palangka Raya menjadi salah satu isu sosial yang kompleks, mencerminkan ketimpangan sosial dan kegagalan sistem perlindungan sosial yang inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program rehabilitasi sosial yang dijalankan oleh Dinas Sosial Kota Palangka Raya dalam upaya menangani pengemis, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan, termasuk pegawai Dinas Sosial, pendamping sosial, dan pengemis yang pernah mengikuti program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi sosial yang mencakup pendataan, pembinaan mental, pelatihan keterampilan, dan pendampingan sosial masih menghadapi berbagai kendala. Partisipasi pengemis yang rendah, keterbatasan fasilitas rehabilitasi, jumlah pendamping sosial yang terbatas, serta kesulitan dalam reintegrasi sosial menjadi tantangan utama. Selain itu, pelatihan keterampilan yang diberikan tidak sepenuhnya efektif karena terbatasnya kesempatan kerja dan dukungan pasca-rehabilitasi. Meskipun demikian, beberapa pengemis berhasil menjalani rehabilitasi dan hidup mandiri. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam kapasitas fasilitas rehabilitasi, jumlah pendamping sosial, pendekatan yang lebih holistik, serta pemberdayaan ekonomi yang lebih kuat guna meningkatkan efektivitas program.

Program rehabilitasi sosial yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Palangka Raya masih menghadapi berbagai kendala dalam pencapaiannya.Rendahnya partisipasi pengemis, keterbatasan fasilitas rehabilitasi, pengemis musiman yang sulit dijangkau, serta kesulitan dalam reintegrasi sosial menjadi tantangan utama.Untuk meningkatkan efektivitas program, diperlukan perbaikan dalam kapasitas fasilitas rehabilitasi, pendamping sosial yang memadai, pendekatan holistik, dan program pemberdayaan ekonomi yang kuat.

1. Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi efektivitas model partisipasi aktif pengemis dalam program rehabilitasi dengan mempertimbangkan faktor psikologis dan ekonomi yang memengaruhi minat mereka untuk berubah. 2. Studi lebih lanjut bisa fokus pada pengembangan kurikulum pelatihan keterampilan yang berbasis kebutuhan pasar kerja lokal di Kota Palangka Raya untuk meningkatkan daya saing lulusan program. 3. Penelitian juga sebaiknya mengujicoba konsep pendampingan berbasis komunitas dengan melibatkan peran aktif keluarga atau lingkungan sosial pengemis dalam proses reintegrasi sosial pascarehabilitasi.

Read online
File size101.47 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test