STT SUSTT SU

PROSIDING STT Sumatera UtaraPROSIDING STT Sumatera Utara

Kemandirian gereja menjadi perhatian yang sangat serius dalam pertumbuhan dan perkembangannya dalam upaya peningkatan ekonomi gereja masa kini. Gereja yang mandiri akan menjadi gereja yang kuat dalam pembangunan baik fisik maupun non fisik. Secara fisik gereja dapat mewujudkan kemandiriannya melalui pembangunan gedung rumah ibadah atau segala program pembangunan gereja sedangkan non fisik gereja dapat membangun mental, spiritualitas atau kerohanian dan pengetahuan melalui program pembangunan manusia seutuhnya agar kuat dalam pengajaran, kerohanian, dan sikap yang dapat menjadi teladan bagi orang lain yang belum percaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif‑kualitatif, yang berupaya menggambarkan peran pemimpin gereja dalam kemandirian gereja untuk suatu kesejahteraan gereja. Temuan peneliti adalah bahwa dalam konteks kemandiran gereja, yang dapat dilakukan adalah melakukan perencanaan program kemandirian, menetapkan program, sampai pada pelaksanaannya dan evaluasi menjadi bagian terpenting agar kemandirian gereja berjalan dengan baik sesuai keinginan bersama.

Kemandirian gereja untuk kesejahteraan dapat dicapai melalui program yang menetapkan iuran sesuai kondisi masing‑masing gereja.Implementasinya harus didasarkan pada program kerja yang disusun dan disepakati bersama.Pemimpin gereja perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, transparansi keuangan, serta melakukan evaluasi sebagai alat kontrol untuk memastikan keberhasilan program.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi sejauh mana model manajemen keuangan yang transparan meningkatkan tingkat kepercayaan jemaat terhadap kepemimpinan gereja, dengan menggunakan survei kuantitatif pada beberapa gereja ukuran berbeda; selanjutnya, studi dapat mengkaji efektivitas program kewirausahaan gereja dalam meningkatkan pendapatan jangka panjang, misalnya dengan membandingkan hasil usaha pertanian, perkebunan, dan usaha sosial yang dijalankan oleh gereja kecil dan besar; terakhir, penting untuk meneliti dampak pelatihan kepemimpinan berbasis teologi dan manajemen terhadap kemampuan pemimpin gereja dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kemandirian, sehingga dapat memberikan panduan praktis bagi gereja yang ingin meningkatkan kemandirian secara berkelanjutan.

Read online
File size433.53 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test