YSCSYSCS

Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM)Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM)

Risiko jatuh merupakan masalah kesehatan yang serius pada lansia karena dapat menyebabkan cedera, trauma psikologis, hingga penurunan kualitas hidup. Kegiatan penyuluhan “ bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia serta keluarga tentang faktor risiko jatuh dan langkah pencegahannya. Pelaksanaan dilakukan secara tatap muka dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan praktik sederhana di lingkungan Ibadah Lansia Aras Jemaat. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap faktor intrinsik seperti penurunan fungsi tubuh dan penggunaan obat, serta faktor ekstrinsik seperti kondisi lingkungan rumah. Peserta aktif dalam merencanakan langkah pencegahan seperti penataan rumah, penggunaan alat bantu, dan olahraga ringan. Kegiatan didukung masyarakat dengan respon positif dan perubahan perilaku yang nyata terlihat dalam monitoring awal. Penyuluhan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala guna menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi lansia agar dapat menjalani masa tua dengan mandiri dan produktif.

Risiko jatuh pada lansia merupakan masalah kesehatan yang serius karena dapat menimbulkan cedera fisik, trauma psikologis, menurunkan kualitas hidup, bahkan menyebabkan kematian.Faktor penyebab jatuh pada lansia meliputi faktor intrinsik (penurunan fungsi tubuh, penyakit kronis, penggunaan obat-obatan) dan faktor ekstrinsik (lingkungan yang tidak aman).Bagi Lansia, tetap aktif dengan olahraga ringan sesuai kemampuan, gunakan alat bantu bila diperlukan, periksakan kesehatan secara rutin.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas program edukasi pencegahan jatuh yang dikombinasikan dengan penggunaan aplikasi mobile berbasis sensor, yang mampu memantau keseimbangan, kecepatan langkah, dan pola aktivitas lansia secara real‑time, serta mengevaluasi perubahan perilaku selama enam bulan ke depan. Selain itu, studi longitudinal dengan desain kohort selama minimal satu tahun diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang intervensi edukasi terhadap frekuensi kejadian jatuh, tingkat cedera, serta kualitas hidup, sekaligus mengidentifikasi faktor‑faktor demografis dan psikososial yang memoderasi keberhasilan program di antara populasi dengan tingkat literasi kesehatan yang beragam. Penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi persepsi keluarga, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat mengenai hambatan struktural, budaya, serta kebutuhan dukungan teknis yang diperlukan untuk memperluas implementasi program pencegahan jatuh secara berkelanjutan di wilayah dengan sumber daya terbatas. Dengan mengintegrasikan temuan dari studi kuantitatif dan kualitatif, dapat dirumuskan model kolaboratif lintas sektor yang melibatkan puskesmas, lembaga sosial, dan organisasi non‑pemerintah, sehingga menciptakan strategi pencegahan jatuh yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan bagi lansia di komunitas lokal.

Read online
File size471.22 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test