STAI TBHSTAI TBH

Al-Liqo: Jurnal Pendidikan IslamAl-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam

Penelitian ini mengembangkan model pendidikan karakter religius mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Menggunakan pendekatan grounded theory, yang dikonstruksi melalui analisis data kualitatif dari 50 mahasiswa semester 4 dan 6. Data dikumpulkan melalui survei terbuka dan dianalisis dengan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasilnya mengidentifikasi delapan elemen kunci dalam model Tarbiyah: Teladan, Aktivitas Ibadah, Refleksi Diri, Bina Sosial, Integrasi Nilai, Yakin & Cintai Kebaikan, Aksi Nyata, dan Habituasi. Keteladanan dosen, kegiatan keagamaan kampus, serta refleksi diri menjadi faktor pendukung utama pembentukan karakter religius. Pengaruh media sosial dan pergaulan bebas menjadi tantangan utama. Model TARBIYAH ini relevan untuk membina karakter religius mahasiswa generasi Z yang multitasking namun rentan disorientasi nilai.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan karakter religius mahasiswa di Universitas Islam Darul Ulum Lamongan merupakan proses dinamis yang berlangsung secara sistematis melalui interaksi antara nilai‑nilai keagamaan, keteladanan lingkungan, serta internalisasi yang berkesinambungan.Karakter religius dimaknai mahasiswa tidak hanya sebagai manifestasi ibadah ritual, tetapi juga sebagai landasan moral dalam bersikap, berpikir, dan berperilaku dalam kehidupan sosial maupun akademik.Delapan elemen pembentuk karakter—keteladanan, aktivitas ibadah, refleksi diri, bina sosial, integrasi nilai, keyakinan dan kecintaan terhadap ajaran Islam, aksi nyata dalam kehidupan sehari‑hari, serta habituasi berkelanjutan—mengidentifikasi kerangka kerja yang holistik dan integratif, melibatkan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa.Oleh karena itu, diperlukan desain strategis pendidikan karakter berbasis tarbiyah yang tidak hanya terintegrasi dalam kurikulum, tetapi juga diwujudkan dalam budaya kampus yang mendukung terbentuknya habitus religius.

1. Mengkaji dampak komparatif program pendidikan karakter berbasis tarbiyah di berbagai fakultas dengan latar belakang nilai budaya yang berbeda, untuk menilai sejauh mana elemen-elemennya dapat diadaptasi secara lintas disiplin. 2. Menyelidiki peran media digital terstruktur (misalnya aplikasi pembelajaran diniyah, komunitas online dosen, atau platform refleksi virtual) sebagai alat pendukung proses refleksi diri dan habituasi nilai, serta mengukur efektivitasnya dibandingkan dengan praktik tradisional. 3. Memantau longitudinal perubahan perilaku mahasiswa selama masa studi mereka (semester 1, 3, 5, dan 7) guna menilai keterpaduan elemen model tarbiyah, serta mengidentifikasi titik kritis di mana intervensi tambahan diperlukan untuk memperkuat internalisasi nilai religius.

  1. Keteladanan Sebagai Metode Pendidikan Karakter | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam. keteladanan metode... riset-iaid.net/index.php/jppi/article/view/363Keteladanan Sebagai Metode Pendidikan Karakter Jurnal Penelitian Pendidikan Islam keteladanan metode riset iaid index php jppi article view 363
  2. PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF IIMAM AL GHAZALI DAN RELEVANSINYA DI ERA SOCIETY 5.0 | EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan,... doi.org/10.47668/edusaintek.v11i1.1001PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF IIMAM AL GHAZALI DAN RELEVANSINYA DI ERA SOCIETY 5 0 EDUSAINTEK Jurnal Pendidikan doi 10 47668 edusaintek v11i1 1001
  3. Model pengembangan pendidikan karakter religius berbasis tarbiyah: Studi kasus mahasiswa program studi... ejournal.stai-tbh.ac.id/al-liqo/article/view/2855Model pengembangan pendidikan karakter religius berbasis tarbiyah Studi kasus mahasiswa program studi ejournal stai tbh ac al liqo article view 2855
Read online
File size399.41 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test