BUSTANUL ULUMBUSTANUL ULUM

Malacca: Journal of Management and Business DevelopmentMalacca: Journal of Management and Business Development

Pembiayaan merupakan kebutuhan penting masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, salah satunya merupakan pembiayaan yang disediakan di kantor cabang BMT NU Larangan, yaitu skema pembiayaan berbasis pelayanan jamaah (LASISMA). Skema ini menggunakan kontrak Al Qordhul Hasan dan pelanggan atau mitra meningkat setiap tahun. Penelitian ini menggambarkan cara pelaksanaan pembiayaan berbasis pelayanan jamaah (LASISMA) di usaha pelanggan Subdistrict Larangan di cabang BMT NU Larangan, serta faktor penghambat dan pendukungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema pembiayaan berbasis pelayanan jamaah (LASISMA) dapat meningkatkan usaha pelanggan. Kelompok BMT minimal terdiri dari 5 hingga maksimal 20 anggota, kemudian BMT memberikan pendidikan dasar dan melakukan survei, menyusun surat rekomendasi, serta memantau usaha pelanggan. Faktor penghambat adalah keberadaan kelompok lain yang menawarkan pembiayaan serupa serta kurangnya pemahaman pelanggan dalam mengelola usahanya, sementara faktor pendukung antara lain kemudahan memperoleh pembiayaan dan cicilan.

Penerapan pembiayaan berbasis pelayanan jamaah (LASISMA) menggunakan kontrak Al Qordul Hasan memungkinkan pengembangan usaha pelanggan melalui sistem kelompok yang mendorong tanggung jawab bersama.Fasilitas grup, pendidikan dasar, dan pengawasan pendapatan menjadi elemen kunci dalam meningkatkan akses pembiayaan.Namun, eksistensi kompetitor pembiayaan serupa dan minimnya pemahaman pelanggan dalam manajemen usaha menjadi hambatan utama.Oleh karena itu, perlu strategi peningkatan literasi keuangan dan pemantauan berkelanjutan untuk memaksimalkan dampak positif dari LASISMA.

Pertama, lakukan penelitian longitudinal yang meneliti dampak jangka panjang penerapan LASISMA terhadap pertumbuhan usaha pelanggan, sehingga dapat menilai keberlanjutan dan efektivitas program. Kedua, teliti strategi peningkatan literasi keuangan dan pengelolaan usaha di antara anggota kelompok, dengan merancang modul pelatihan yang disesuaikan dan menilai perubahan perilaku pemanfaatan modal. Ketiga, evaluasi model integrasi teknologi informasi, seperti mobile banking atau aplikasi pendukung pengelolaan keuangan, guna meningkatkan akses dan transparansi saldo, serta memfasilitasi monitoring risiko dan dampak sosial ekonomi dari pembiayaan berbasis jamaah.

Read online
File size297.69 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test