DINIYAHDINIYAH
One moment, please...One moment, please...Artikel ini membahas dinamika antara idealitas ajaran Islam mengenai toleransi dan realitas sosial umat Islam dewasa ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitik untuk mengkaji hubungan antara idealitas ajaran toleransi dalam Islam dan realitas sosial umat Islam. Melalui metode ini, penulis bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi, baik dalam konteks teologis maupun sosial, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan ajaran Islam tentang toleransi dalam praktik kehidupan sehari-hari. Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam mengandung prinsip-prinsip dasar yang mendukung kehidupan damai dan saling menghormati antar umat manusia. Nilai-nilai tersebut secara eksplisit tercermin dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan penghargaan terhadap perbedaan, kebebasan beragama, dan perlakuan adil terhadap semua golongan. Namun demikian, dalam praktik sosial, umat Islam di berbagai belahan dunia masih dihadapkan pada tantangan intoleransi yang bersumber dari pemahaman keagamaan yang sempit, politisasi agama, serta lemahnya literasi keagamaan. Artikel ini menganalisis akar kesenjangan tersebut dan menawarkan pendekatan solutif melalui penguatan pendidikan Islam moderat, dakwah humanis, serta peran aktif lembaga keagamaan dalam membangun budaya toleransi. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis normatif-sosiologis, tulisan ini menegaskan pentingnya reorientasi praksis keagamaan agar sesuai dengan semangat Islam sebagai agama yang inklusif dan universal.
Toleransi merupakan nilai fundamental dalam ajaran Islam yang bersumber dari wahyu ilahi, baik melalui Al-Quran maupun Sunnah Nabi Muhammad SAW.Ajaran-ajaran tersebut tidak hanya menegaskan pentingnya hidup berdampingan secara damai, tetapi juga memberikan kerangka normatif yang mendukung prinsip-prinsip universal seperti kebebasan beragama, penghormatan terhadap martabat manusia, serta keadilan sosial.Namun, dalam realitas sosial umat Islam dewasa ini, masih terdapat kesenjangan yang nyata antara nilai-nilai ideal ajaran Islam dan praktik kehidupan keagamaan sehari-hari.Berbagai bentuk intoleransi yang terjadi-baik antarumat beragama maupun intraumat Islam menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada teks keagamaannya, melainkan pada pemahaman, penafsiran, dan implementasinya di tengah masyarakat.Faktor-faktor seperti literasi keagamaan yang rendah, politisasi agama, dan dominasi tafsir literalistik turut memperparah kesenjangan ini.Meski demikian, masih terbuka ruang yang luas untuk membangun kembali praktik keagamaan yang lebih inklusif dan toleran, melalui pendekatan pendidikan, dakwah yang humanis, serta penguatan institusi keagamaan yang moderat.
Untuk mengatasi kesenjangan antara idealitas ajaran Islam tentang toleransi dan realitas sosial umat Islam, diperlukan upaya-upaya strategis. Pertama, perlu ada revitalisasi pendidikan Islam yang moderat, baik di lingkungan formal seperti sekolah dan pesantren, maupun informal melalui majelis taklim. Kurikulum pendidikan Islam harus menekankan nilai-nilai keislaman universal seperti rahmah, adil, dan toleran. Kedua, peningkatan kapasitas dakwah digital dengan menyiapkan dai dan konten keagamaan yang berbasis pada literasi digital dan narasi inklusif. Hal ini penting untuk mengimbangi arus informasi keagamaan yang ekstrem dan tidak berdasar. Ketiga, penguatan lembaga keagamaan sebagai agen moderasi dengan memperluas kerja sama lintas iman, serta pelatihan khusus bagi pemimpin agama agar memiliki sensitivitas terhadap isu-isu keberagaman dan hak asasi manusia. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan umat Islam dapat mengembalikan posisi Islam sebagai agama rahmatan lil alamin yang membawa kedamaian dan keadilan bagi seluruh umat manusia.
- Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya. membangun sikap toleransi beragama masyarakat plural... doi.org/10.15575/jw.v1i2.588Wawasan Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya membangun sikap toleransi beragama masyarakat plural doi 10 15575 jw v1i2 588
- TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA: PERSPEKTIF ISLAM | Jamrah | Jurnal Ushuluddin. toleransi antarumat beragama... doi.org/10.24014/jush.v23i2.1201TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA PERSPEKTIF ISLAM Jamrah Jurnal Ushuluddin toleransi antarumat beragama doi 10 24014 jush v23i2 1201
| File size | 474.85 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
NURISNURIS Shontengan merupakan tradisi yang masih berjalan di tengah-tengah masyarakat Pragaan Laok, dimana kepercayaan terhadap penunggu sumur Mortandek masih melekatShontengan merupakan tradisi yang masih berjalan di tengah-tengah masyarakat Pragaan Laok, dimana kepercayaan terhadap penunggu sumur Mortandek masih melekat
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kitab klasik mampu memperkuat pemahaman fiqih siswa, membentuk karakter akhlak yang lebih baik,Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kitab klasik mampu memperkuat pemahaman fiqih siswa, membentuk karakter akhlak yang lebih baik,
UAIUAI Analisis terhadap ayat-ayat Al-Quran dan hadis yang relevan memperlihatkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berkaitan dengan pengembangan aspek kognitif,Analisis terhadap ayat-ayat Al-Quran dan hadis yang relevan memperlihatkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berkaitan dengan pengembangan aspek kognitif,
UIN SGDUIN SGD Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis dokumen, penelitian ini berfokus pada dua episode yang menjadi contoh bagaimana identitas Islam dirangkaikan:Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis dokumen, penelitian ini berfokus pada dua episode yang menjadi contoh bagaimana identitas Islam dirangkaikan:
STAI MIFDASTAI MIFDA Salah satu fase penting dalam proses tersebut terjadi pada masa Kesultanan Demak, yang menandai peralihan kekuasaan sekaligus transformasi keagamaan masyarakatSalah satu fase penting dalam proses tersebut terjadi pada masa Kesultanan Demak, yang menandai peralihan kekuasaan sekaligus transformasi keagamaan masyarakat
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Penelitian ini membahas materi pendidikan Islam dari perspektif hadis, sebagai sumber ajaran yang memberikan fondasi spiritual, intelektual, dan moralPenelitian ini membahas materi pendidikan Islam dari perspektif hadis, sebagai sumber ajaran yang memberikan fondasi spiritual, intelektual, dan moral
KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL Umar menunjukkan bahwa keadilan, tanggung jawab, dan teladan merupakan pilar utama kehidupan keluarga dan sosial. Dengan demikian, penerapan nilai-nilaiUmar menunjukkan bahwa keadilan, tanggung jawab, dan teladan merupakan pilar utama kehidupan keluarga dan sosial. Dengan demikian, penerapan nilai-nilai
UINSUNAUINSUNA Sedangkan Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai agama Islam untuk membentuk perilaku dan akhlak manusia mendekatkan diri padaSedangkan Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai agama Islam untuk membentuk perilaku dan akhlak manusia mendekatkan diri pada
Useful /
ILOMATAILOMATA Metode kuantitatif menggunakan pendekatan korelasi pasangan pada data publikasi National Pension Commission (PENCOM) periode 2007‑2021, menilai pertumbuhanMetode kuantitatif menggunakan pendekatan korelasi pasangan pada data publikasi National Pension Commission (PENCOM) periode 2007‑2021, menilai pertumbuhan
KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL Dengan menerapkan pendekatan pembangunan kapasitas partisipatif berdasarkan analisis ekonomi politik, program ini melampaui intervensi teknis konvensionalDengan menerapkan pendekatan pembangunan kapasitas partisipatif berdasarkan analisis ekonomi politik, program ini melampaui intervensi teknis konvensional
ILOMATAILOMATA Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dampak akuntansi hijau dan kualitas audit terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan properti dan real estatePenelitian ini bertujuan mengeksplorasi dampak akuntansi hijau dan kualitas audit terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan properti dan real estate
UNIGAUNIGA Motivasi, di sisi lain, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara simultan, kompetensi dan motivasi juga memiliki pengaruh yangMotivasi, di sisi lain, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara simultan, kompetensi dan motivasi juga memiliki pengaruh yang