DINIYAHDINIYAH

One moment, please...One moment, please...

Penelitian ini mengidentifikasi beberapa indikator: Kekuatan (Strengths): Produk inovatif seperti Bika Ambon Frozen dari Dapoer Zhafran, ketersediaan produk diberbagai minimarket, adanya reseller, produk Jae-Que tanpa pengawet, pemberdayaan masyarakat, penggunaan mesin dalam produksi, daya tahan produk Keripik Tempe Sumber Rejeki, penyuluhan dari pemerintah, serta inovasi dan kreativitas pelaku usaha. Kelemahan (Weaknesses): Kenaikan harga bahan baku, kelemahan dalam pemasaran, keterbatasan kemasan, kurangnya bahan baku jahe, ketidakmampuan menguasai marketplace Shopee, kurangnya sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi yang tidak optimal, kurangnya modal usaha, dan rendahnya pengetahuan berwirausaha. Peluang (Opportunities): Inovasi produk dengan sertifikasi halal dan BPOM, peluang besar produk herbal Jae-Que, adaptasi melalui media sosial dan marketplace, serta peluang usaha dengan Cash On Delivery (COD). Ancaman (Threats): Kerusakan produk saat pengemasan, dampak pemadaman listrik terhadap produk kue basah, kerentanan mesin produksi, keterbatasan kemasan, persaingan usaha yang semakin ketat, serta kekurangan modal dan pengetahuan pemasaran. Indikator di atas mencerminkan pelaku UMK Kecamatan Lubuk Dalam beradaptasi memanfaatkan teknologi digital dan pemerintah Kabupaten hingga Kampung melakukan program pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan.

Pelaku Usaha Mikro Kecil Kecamatan Lubuk Dalam dituntut untuk terus berinovasi serta dan beradaptasi dengan teknologi digital terbarukan dalam pemasaran produk usahanya.Oleh sebab itu, dalam penggunaan Analis SWOT yang meliputi pengidentifikasian indikator.Kekuatan (Srengths), Kelemahan (Weaknesess), Peluang (Oppoertunities) dan Ancaman (Threats) dapat disimpulkan.1) Kekuatan (Srengths) teridentifikasi kekuatan Pelaku UMK Kecamatan Lubuk Dalam meliputi.Pertama, Ada Produk Bika Ambon Frozen dari Dapoer Zhafran.Kedua, Produk Dapoer Zhafran sudah ada di berbagai minimarket Siak dan Pekanbaru.Kelima, Memberdayakan masyarakat untuk kerjasama pemenuhan kebutuhan jahe.Ketujuh, Keripik Tempe Sumber Rejeki tahan lama.Kedelapan, Adanya penyuluhan terhadap UMK dari Pemerintah.Kesembilan, Adanya Inovasi dan Kreatifitas dari Pelaku usaha.2) Kelemahan (Weaknesess) teridentifikasi indikator kelemahan Pelaku UMK Kecamatan Lubuk dalam meliputi.Pertama, Bahan baku untuk pembuatan kue semakin naik.Keempat, Bahan baku jahe kurang dan terbatas.Ketujuh, Sumber Daya Manusia atau pekerja kurang.3) Peluang (Opportunities) teridentifikasi indikator peluang Pelaku UMK Kecamatan Lubuk dalam meliputi.Pertama, Kue kering dan Basah Dapoer Zhafran berpeluang besar dengan menghadirkan inovasi produk yang diperjuangkan tersertifikasi halal dan BPOM.Kedua, Produk Jae-Que berpeluang besar karena merupakan produk herbal/atau kesehatan.Ketiga, Adapatasi peluang melalui sosial media, market place sebagai adaptasi peluang melalui digital marketing.Keempat, Peluang usaha dengan Cash Of Delivery (COD).4) Ancaman (Threats) teridentifikasi indikator peluang Pelaku UMK Kecamatan Lubuk dalam meliputi.Kedua, Lampu listrik sering mati mengakibatkan suhu ruang berdampak pada produk kue basah Dapoer Zahfran.Ketiga, Mesin Jae-Que rentan rusak karena hidup untuk produksi setiap hari.Ketiga, Kemasan untuk Jae-Que terbatas tidak ada disembarang tempat.Kelima, Kekurangan modal dan pengetahuan pemasaran yang menjadi ancama pelaku usaha Kecamatan Lubuk Dalam.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan strategi pemasaran digital bagi UMKM. Studi ini dapat mengeksplorasi berbagai platform digital yang dapat digunakan untuk meningkatkan jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki efektivitas pelatihan dan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan saran praktis bagi pemerintah dan pelaku UMKM dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mikro kecil di era digital.

  1. Analisa SWOT Strategi Digitalisasi pada Era New Normal untuk Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera, Indonesia... journal.widyamanggala.ac.id/index.php/jurnalaset/article/view/178Analisa SWOT Strategi Digitalisasi pada Era New Normal untuk Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Indonesia journal widyamanggala ac index php jurnalaset article view 178
  2. Strategi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Digitalisasi Pemasaran untuk Kesejahteraan Masyarakat... doi.org/10.31539/jomb.v5i1.4836Strategi Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM dalam Digitalisasi Pemasaran untuk Kesejahteraan Masyarakat doi 10 31539 jomb v5i1 4836
Read online
File size976.44 KB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test