FT UIMFT UIM

Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)

Ketahanan pangan di tingkat petani dipengaruhi oleh faktor triple bottom line. Penelitian ini dilakukan di Desa Semen, Kabupaten Ngawi, dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mencakup tiga konstruk: Person (usia, pendidikan, adaptasi teknologi, alat pertanian), Planet (jenis bibit, pupuk, cuaca, hama, air, dan pH tanah), dan Profit (profit per musim tanam). Analisis dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4.0. Evaluasi model dilakukan melalui uji outer weights dengan ambang batas signifikansi p < 0,05 dan T-statistic > 1,96. Hasil menunjukkan bahwa dalam konstruk Person, hanya (A3; p = 0,000) yang signifikan. Pada konstruk Planet, indikator signifikan mencakup: B1 (p = 0,011), B2 (p = 0,002), B3 (p = 0,000), B4 (p = 0,000), B5 (p = 0,038), dan B7 (p = 0,000). Model struktural menunjukkan bahwa konstruk Person (p = 0,000) dan Planet (p = 0,015) berpengaruh signifikan terhadap Profit, dengan nilai R-square sebesar 0,887. Urutan indikator paling berpengaruh berdasarkan nilai original sample (O) adalah A3 (0,999), B7 (0,623), B4 (0,567), B3 (0,507), dan B2 (0,116). Kesimpulanya adaptasi teknologi, ketersediaan air, efektivitas pupuk, dan kualitas benih merupakan faktor utama dalam meningkatkan profitabilitas petani secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil analisis, empat indikator utama yang paling berpengaruh terhadap ketahanan pangan berkelanjutan di Desa Semen adalah adaptasi teknologi, sumber air, jenis pupuk, dan bibit musim tanam ketiga.Keempat faktor tersebut memberikan kontribusi signifikan secara statistik terhadap peningkatan profitabilitas petani.Dengan demikian, peningkatan pada aspek-aspek ini dapat menjadi prioritas dalam upaya mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana dampak pelatihan penggunaan teknologi digital terhadap adopsi teknologi oleh petani tua di desa-desa serupa, mengingat faktor usia dan keterbatasan akses informasi mungkin menghambat penerapan inovasi. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi tentang efektivitas sistem irigasi berbasis sumber air lokal dalam kondisi perubahan iklim, karena ketersediaan air menjadi faktor dominan meskipun cuaca tidak signifikan dalam penelitian ini. Ketiga, perlu diuji penggunaan kombinasi pupuk organik dan anorganik terhadap kualitas tanah jangka panjang serta profit petani, mengingat dominasi penggunaan pupuk kimia yang merusak kesuburan tanah. Penelitian-penelitian tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan sistem dinamis atau simulasi kebijakan untuk memperkirakan dampak jangka panjang dari intervensi yang diusulkan, serta melibatkan partisipasi petani dalam desain dan evaluasi solusi. Dengan demikian, hasilnya dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan bagi petani padi di wilayah lain dengan kondisi serupa.

  1. PENGARUH KEPUASAAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. TIRTA SUKSES PERKASA... justme.ft-uim.ac.id/index.php/JUSTME/article/view/3PENGARUH KEPUASAAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT TIRTA SUKSES PERKASA justme ft uim ac index php JUSTME article view 3
  2. ANALISIS PENGARUH FAKTOR TRIPLE BOTTOM LINE TERHADAP PROFITABILITAS PETANI MENGGUNAKAN PARTIAL LEAST... justme.ft-uim.ac.id/index.php/JUSTME/article/view/125ANALISIS PENGARUH FAKTOR TRIPLE BOTTOM LINE TERHADAP PROFITABILITAS PETANI MENGGUNAKAN PARTIAL LEAST justme ft uim ac index php JUSTME article view 125
Read online
File size1.21 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test