LAKPESDAMSALATIGALAKPESDAMSALATIGA
JNUSJNUSModerasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik keberagamaan yang menekankan keadilan, keseimbangan, penghormatan martabat manusia, serta komitmen pada kesepakatan kebangsaan; namun dalam konteks masyarakat desa yang tradisi keagamaannya kuat, masuknya corak dakwah yang menilai praktik lokal sebagai bidah dapat memicu delegitimasi, polarisasi, dan eskalasi konflik. Artikel ini bertujuan menjawab tiga rumusan masalah: (1) bagaimana kronologi dan dinamika eskalasi konflik sosial-keagamaan di Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Lombok Barat; (2) bagaimana peranan stakeholder (pemerintah desa, kepolisian, MUI, KUA, FKUB, Lakpesdam NU, penyuluh agama, ormas, pemuda, dan akademisi) dalam membangun moderasi beragama dan pemulihan konflik; serta (3) bagaimana mekanisme musyawarah lintas-aktor menghasilkan konsensus dan program pencegahan konflik berulang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus; data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, telaah dokumen, sarasehan, dan FGD, kemudian dianalisis secara tematik-iteratif melalui pengodean dan penyusunan narasi kasus dengan triangulasi sumber serta metode. Temuan menunjukkan kolaborasi stakeholder bekerja melalui empat tahapan: de-eskalasi dan proteksi keamanan, dialog mediatif serta klarifikasi norma, pembentukan konsensus/aturan main komunitas, dan institusionalisasi program keagamaan inklusif (pengajian rutin lintas kelompok) yang menempatkan perbedaan sebagai khilafiyah yang dikelola, bukan ancaman identitas. Kesimpulannya, konflik di Mesanggok berkembang bukan semata karena perbedaan teologis, melainkan karena kontestasi legitimasi dan delegitimasi tradisi lokal; pemulihan paling efektif terjadi ketika moderasi beragama dibumikan sebagai tata kelola sosial berbasis musyawarah kolaboratif yang membagi peran aktor (proteksi–mediasi–produksi norma–institusionalisasi program) secara sinergis dan berkelanjutan. Rekomendasi penelitian menekankan protokol musyawarah inklusif di tingkat desa, penguatan literasi ikhtilaf dan etika dakwah oleh MUI–KUA, Lakpesdam NU, penyuluh, pengembangan community policing berbasis mediasi, serta perluasan program lintas-kelompok hingga level dusun/RT untuk mencegah eskalasi berulang.
Konflik di Desa Mesanggok tidak hanya dipicu oleh perbedaan teologis, tetapi terutama oleh upaya delegitimasi terhadap tradisi keagamaan lokal yang menimbulkan ketegangan sosial dan perjuangan atas otoritas keagamaan.Pemulihan konflik paling efektif dilakukan melalui kolaborasi multi-aktor yang menjalankan peran perlindungan, mediasi, produksi norma, dan institusionalisasi program secara sinergis dan berkelanjutan.Moderasi beragama berhasil diterapkan ketika diwujudkan dalam musyawarah lintas kelompok dan program pengajian rutin yang mengubah perbedaan menjadi khilafiyah yang dikelola, bukan ancaman identitas.
Pertama, perlu diteliti bagaimana implementasi protokol musyawarah inklusif di tingkat dusun atau RT dapat mencegah eskalasi konflik lebih dini, terutama dalam konteks desa dengan struktur sosial hierarkis dan jaringan keagamaan yang kompleks. Kedua, perlu dikaji efektivitas program literasi moderasi beragama yang dikembangkan oleh MUI, KUA, dan Lakpesdam NU dalam meningkatkan toleransi di kalangan generasi muda, serta bagaimana pendekatan tersebut bisa disesuaikan dengan media digital dan platform komunikasi masa kini. Ketiga, perlu dieksplorasi model community policing berbasis mediasi yang melibatkan polisi sebagai fasilitator dialog, bukan hanya penegak hukum, untuk membangun kepercayaan masyarakat dan mencegah konflik melalui pendekatan preventif dan relasional. Penelitian-penelitian ini penting untuk memperdalam pemahaman tentang tata kelola pencegahan konflik berbasis komunitas yang berkelanjutan, menguatkan kapasitas lokal dalam menangani perbedaan keberagamaan secara damai, serta mengembangkan kerangka kebijakan yang lebih responsif terhadap dinamika sosial-keagamaan di tingkat akar rumput. Dengan fokus pada desa-desa dengan pengalaman konflik serupa, temuan ini dapat menjadi acuan untuk membangun sistem pencegahan konflik yang lebih inklusif dan adaptif di berbagai wilayah Indonesia.
| File size | 629.91 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
LP3MZHLP3MZH Bertingkatnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau lebih familiar disebut dengan IPTEK dalam ranah teknologi dan informasi maupun komunikasi dapat mewujudkanBertingkatnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau lebih familiar disebut dengan IPTEK dalam ranah teknologi dan informasi maupun komunikasi dapat mewujudkan
ACADEMICAREVIEWACADEMICAREVIEW Penelitian ini mengeksplorasi peran guru pendidikan agama islam dalam memengaruhi sikap moderasi agama di kalangan siswa sekolah menengah pertama di IdiPenelitian ini mengeksplorasi peran guru pendidikan agama islam dalam memengaruhi sikap moderasi agama di kalangan siswa sekolah menengah pertama di Idi
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Hasil kajian mengungkap dua jalur utama eskalasi. Pertama, korban bullying berpotensi berubah menjadi pelaku kekerasan melalui mekanisme trauma aggression,Hasil kajian mengungkap dua jalur utama eskalasi. Pertama, korban bullying berpotensi berubah menjadi pelaku kekerasan melalui mekanisme trauma aggression,
UNISSULAUNISSULA By using a qualitative approach. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. This study involved 20 fifth gradeBy using a qualitative approach. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. This study involved 20 fifth grade
UMPRUMPR Dalam upaya memperbaiki minat baca dan keterampilan literasi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dan melibatkan 15 informan yangDalam upaya memperbaiki minat baca dan keterampilan literasi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dan melibatkan 15 informan yang
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Tradisi mangain berperan dalam menyatukan bangsa Indonesia yang beragam dengan membuka ruang bagi non-Batak untuk menjadi bagian dari komunitas Batak tanpaTradisi mangain berperan dalam menyatukan bangsa Indonesia yang beragam dengan membuka ruang bagi non-Batak untuk menjadi bagian dari komunitas Batak tanpa
UnwahasUnwahas Harapan dari gerakan ini untuk mengembangkan kompetensi literasi membaca. Pada tataran implementasi di lembaga pendidikan, kebijakan kementerian tersebutHarapan dari gerakan ini untuk mengembangkan kompetensi literasi membaca. Pada tataran implementasi di lembaga pendidikan, kebijakan kementerian tersebut
UNIMALUNIMAL Pasca panen hasil pertanian dijadikan momentum untuk berbelanja. Komoditas yang dibeli tidak terbatas pada kebutuhan pokok melainkan juga kebutuhan lainPasca panen hasil pertanian dijadikan momentum untuk berbelanja. Komoditas yang dibeli tidak terbatas pada kebutuhan pokok melainkan juga kebutuhan lain
Useful /
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Analisis induktif menghasilkan kerangka kerja komprehensif yang mencakup akses air bersih, sistem manajemen, keberlanjutan finansial melalui pembiayaanAnalisis induktif menghasilkan kerangka kerja komprehensif yang mencakup akses air bersih, sistem manajemen, keberlanjutan finansial melalui pembiayaan
UNISSULAUNISSULA Namun, hal ini juga menunjukkan bahwa guru dapat menggunakan bahasa metaforis dalam interaksi mereka. Penelitian yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak PancaNamun, hal ini juga menunjukkan bahwa guru dapat menggunakan bahasa metaforis dalam interaksi mereka. Penelitian yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak Panca
UNISSULAUNISSULA Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner ahli media, ahli materi, dan hasil keterampilan menulis siswa. Hasil analisis pada kuesioner ahli media adalahTeknik pengumpulan data menggunakan kuesioner ahli media, ahli materi, dan hasil keterampilan menulis siswa. Hasil analisis pada kuesioner ahli media adalah
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Studi ini mengeksplorasi pengembangan dan evaluasi in silico turunan asam piruvat sebagai kandidat obat analgesik dan anti-inflamasi potensial. Metode:Studi ini mengeksplorasi pengembangan dan evaluasi in silico turunan asam piruvat sebagai kandidat obat analgesik dan anti-inflamasi potensial. Metode: