UnwahasUnwahas
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan KeislamanMAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan KeislamanMadrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kota Semarang berupaya menjalankan Gerakan literasi sekolah, yang berfokus pada Gerakan Literasi Membaca. Harapan dari gerakan ini untuk mengembangkan kompetensi literasi membaca. Pada tataran implementasi di lembaga pendidikan, kebijakan kementerian tersebut direspon dengan cepat oleh civitas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota Semarang, kemudian hal tersebut menjadi salah satu icon MIN yang memulai Gerakan Literasi Membaca Sekolah (GLS) di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan data dari manajemen kepala madrasah dalam implementasi gerakan literasi sekolah khususnya pada aspek membaca adalah dengan menggunakan empat fungsi manajemen yaitu planning, organizing, actuating, controlling/ Evaluating (POAC/E). Pertama, dengan fungsi planning /perencanaan, hal ini merencanakan, mengkonsep, dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai. Kedua yaitu fungsi organizing /pengorganisasian, membagi tugas kepada para pelaku gerakan literasi membaca. Ketiga, actuating/ pelaksanaan, dilakukan dengan menyesuaikan dengan hal yang telah direncanakan sebelumnya, kemudian ditambah motivasi disetiap tugasnya. Keempat, fungsi evaluating/ evaluasi, kegiatan ini adalah mengontrol kegiatan antara perencanaan dengan pelaksanaan jika sudah sesuai maka, dilakukan pengembangan, jika belum sepenuhnya maka dilakukan perbaikan. Faktor pendukung dalam implementasi gerakan literasi membaca murid, dengan bentuk beberapa hal, diantaranya 1. Antusias kepala madrasah; 2. Dukungan stakeholder; 3. Antusias murid; 4. Lingkungan yang ramah anak. Faktor penghambat pada gerakan literasi membaca murid adalah 1. Kemampuan murid tidak merata; 2. Murid tidak mengumpulkan hasil bacaan tepat waktu. Sehingga perlu adanya perlibatan seluruh komponen di madrasah agar problematika bisa teratasi dengan baik.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Gerakan Literasi Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Semarang telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi.Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan dan cara terbaik mencapainya, sementara pengorganisasian melibatkan pembagian tugas kepada kepala perpustakaan dan guru.Pelaksanaan dilakukan melalui motivasi guru dan kegiatan membaca di perpustakaan, serta pemberian tugas terkait literasi.Evaluasi dilakukan oleh kepala madrasah dan tim untuk mengidentifikasi keberhasilan dan area yang perlu ditingkatkan.Faktor pendukung meliputi antusiasme guru dan dukungan stakeholder, sementara faktor penghambat mencakup kurangnya adaptasi terhadap prosedur GLS dan keterbatasan sumber daya.Perbaikan manajemen perpustakaan dan pengembangan buku perkembangan siswa direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas program.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai metode peningkatan minat baca siswa, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan berbasis permainan, untuk menemukan strategi yang paling sesuai dengan karakteristik siswa MIN. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran orang tua dan masyarakat dalam mendukung Gerakan Literasi Sekolah, dengan mengidentifikasi bentuk-bentuk keterlibatan yang paling efektif dan cara meningkatkan partisipasi mereka. Ketiga, penting untuk meneliti dampak jangka panjang dari Gerakan Literasi Sekolah terhadap prestasi akademik siswa, khususnya dalam mata pelajaran yang membutuhkan kemampuan membaca yang kuat, serta terhadap pengembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah dan menciptakan generasi muda yang literat dan berprestasi. Dengan memahami lebih baik faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program literasi, diharapkan dapat dirumuskan kebijakan dan strategi yang lebih efektif untuk mencapai tujuan tersebut.
| File size | 327.13 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
ABULYATAMAABULYATAMA Di MI Darul Hikmah Bantarsoka Purwokerto, kepala madrasah menerapkan startegi yang mencakup pendekatan kolaboratif, seperti paltihan guru, diskusi, umpanDi MI Darul Hikmah Bantarsoka Purwokerto, kepala madrasah menerapkan startegi yang mencakup pendekatan kolaboratif, seperti paltihan guru, diskusi, umpan
AFEKSIAFEKSI Hasil sintesis menunjukkan bahwa sebagian besar instrumen yang ada mengadaptasi kerangka kerja klasik seperti Taksonomi Bloom, namun terdapat tren menujuHasil sintesis menunjukkan bahwa sebagian besar instrumen yang ada mengadaptasi kerangka kerja klasik seperti Taksonomi Bloom, namun terdapat tren menuju
AFEKSIAFEKSI Oleh karena itu, diperlukan pedoman komunikasi yang jelas, pembiasaan berkelanjutan, dan komitmen kolektif civitas akademika untuk memperkuat budaya komunikasiOleh karena itu, diperlukan pedoman komunikasi yang jelas, pembiasaan berkelanjutan, dan komitmen kolektif civitas akademika untuk memperkuat budaya komunikasi
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Upaya yang diambil oleh guru untuk mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I-VI di SD Negeri 41 Karang Tangah, telah cukup efektif. Guru menggunakan metodeUpaya yang diambil oleh guru untuk mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I-VI di SD Negeri 41 Karang Tangah, telah cukup efektif. Guru menggunakan metode
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Hasil belajar siswa mencapai 95% ketuntasan sesuai KKM, yang menunjukkan keberhasilan metode ini. Penelitian ini mendukung penggunaan PBL sebagai strategiHasil belajar siswa mencapai 95% ketuntasan sesuai KKM, yang menunjukkan keberhasilan metode ini. Penelitian ini mendukung penggunaan PBL sebagai strategi
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Dalam menyelesaikan konflik, diskusi harus diadakan untuk menciptakan perdamaian. Perdamaian dalam menyelesaikan suatu konflik tidak hanya dilakukan olehDalam menyelesaikan konflik, diskusi harus diadakan untuk menciptakan perdamaian. Perdamaian dalam menyelesaikan suatu konflik tidak hanya dilakukan oleh
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Karakter harus dinilai dari akumulasi berbagai sifat yang membentuk kepribadian seseorang. Proses implementasi pendidikan karakter dimulai dari individu.Karakter harus dinilai dari akumulasi berbagai sifat yang membentuk kepribadian seseorang. Proses implementasi pendidikan karakter dimulai dari individu.
UnwahasUnwahas Faktor internal seperti keinginan untuk terus berkembang dan faktor eksternal berupa pelatihan yang diikuti guru merupakan pendorong dominan dalam menentukanFaktor internal seperti keinginan untuk terus berkembang dan faktor eksternal berupa pelatihan yang diikuti guru merupakan pendorong dominan dalam menentukan
Useful /
AFEKSIAFEKSI Sebagian besar butir soal valid, sedangkan reliabilitas tes tergolong tinggi. Walaupun demikian, terdapat beberapa butir soal yang sangat mudah, sangatSebagian besar butir soal valid, sedangkan reliabilitas tes tergolong tinggi. Walaupun demikian, terdapat beberapa butir soal yang sangat mudah, sangat
AFEKSIAFEKSI Hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa lebih dari 80% murid Indonesia masih berada pada kategori lower order thinking, sehingga kemampuan HOTS masih tergolongHasil PISA 2022 menunjukkan bahwa lebih dari 80% murid Indonesia masih berada pada kategori lower order thinking, sehingga kemampuan HOTS masih tergolong
AFEKSIAFEKSI Dengan demikian, Monopoli Kebuyalo layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran interaktif berbasis kearifan lokal yang dapat mendukung pembelajaranDengan demikian, Monopoli Kebuyalo layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran interaktif berbasis kearifan lokal yang dapat mendukung pembelajaran
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa di SDN 29 Rantau Batu Pasar menunjukkan variasiBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa di SDN 29 Rantau Batu Pasar menunjukkan variasi