ARIPAFIARIPAFI
Jurnal Budi Pekerti Agama IslamJurnal Budi Pekerti Agama IslamPenelitian ini bertujuan untuk melakukan studi kritis terhadap bahan ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PABP) khususnya pada materi “Menghindari Gibah dan Melaksanakan Tabayun yang digunakan di kelas VII SMPIT Takhassus Al-Quran Ashabiq. Fokus kajian dalam penelitian ini meliputi beberapa aspek penting, yaitu tujuan pembelajaran, materi yang disampaikan, metode dan model pembelajaran yang diterapkan, evaluasi hasil pembelajaran, serta sumber dan referensi bahan ajar yang digunakan oleh guru dan siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen bahan ajar, observasi proses pembelajaran di kelas, wawancara dengan guru serta siswa, dan validasi data dilakukan melalui audit ahli untuk memastikan keakuratan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan sudah mengacu pada prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila, yang menekankan pengembangan karakter dan kompetensi siswa secara menyeluruh. Namun, ditemukan beberapa kelemahan yang signifikan, terutama dalam hal keterpaduan antara tujuan pembelajaran dengan kegiatan belajar serta evaluasi yang dilakukan. Materi pembelajaran disusun secara normatif dan idealis, namun kurang mengakomodasi konteks kehidupan nyata siswa, terutama dalam menghadapi tantangan di era digital saat ini, yang sangat mempengaruhi cara mereka memahami dan menginternalisasi nilai-nilai agama. Evaluasi pembelajaran masih didominasi oleh pengukuran aspek kognitif seperti tes tertulis dan pemahaman konsep, sementara dimensi sikap dan keterampilan, yang sangat penting dalam pendidikan karakter, belum diukur secara optimal. Selain itu, sumber belajar yang digunakan cukup terbatas, hanya mengandalkan buku teks dan lembar kerja siswa (LKS), tanpa adanya dukungan dari literatur kontemporer atau media digital yang dapat memperkaya proses belajar dan membuatnya lebih menarik serta relevan bagi siswa masa kini.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahan ajar PABP materi gibah dan tabayun telah mengacu pada Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila, namun terdapat kelemahan dalam keterpaduan tujuan pembelajaran dan evaluasi, kurangnya kontekstualisasi materi dengan kehidupan siswa di era digital, serta keterbatasan sumber belajar.Perlu adanya pengembangan bahan ajar yang lebih komprehensif, aplikatif, dan relevan dengan konteks sosial siswa.Dengan demikian, pembelajaran PABP dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara spiritual, kritis dalam berpikir, dan bijak dalam berkomunikasi.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang gibah dan tabayun, serta dampaknya terhadap perubahan perilaku mereka di lingkungan sosial. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media pembelajaran digital interaktif yang menarik dan relevan dengan minat siswa, seperti aplikasi simulasi atau video edukasi yang mengilustrasikan dampak negatif gibah dan pentingnya tabayun dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengkaji peran keluarga dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai etika komunikasi yang baik kepada siswa, serta bagaimana sekolah dapat menjalin kolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pengembangan karakter siswa yang berakhlak mulia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PABP dan membentuk generasi muda yang memiliki karakter Islami yang kuat serta mampu menghadapi tantangan di era digital dengan bijak dan bertanggung jawab.
| File size | 457.45 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPOUMPO Selanjutnya Allah memperkenalkan diri-Nya bahwa Dia yang telah menciptakan manusia. Manusia dalam pandangan al-Quran, memiliki dua tugas dan kedudukanSelanjutnya Allah memperkenalkan diri-Nya bahwa Dia yang telah menciptakan manusia. Manusia dalam pandangan al-Quran, memiliki dua tugas dan kedudukan
JBASICJBASIC 2) Keteladanan pembina HW atau guru mata pelajaran. 3) Kegiatan kepanduan dan kode kehormatan HW. Sedang faktor penghambat terbentuknya karakter jujur2) Keteladanan pembina HW atau guru mata pelajaran. 3) Kegiatan kepanduan dan kode kehormatan HW. Sedang faktor penghambat terbentuknya karakter jujur
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren unwanul falah NWDI paok Lombok. Sample penelitian ini yaitu santri unwamul falah yang berjumlah 60 orang.Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren unwanul falah NWDI paok Lombok. Sample penelitian ini yaitu santri unwamul falah yang berjumlah 60 orang.
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan teori TQM dengan menampilkan model penerapan yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan dapat direplikasi padaPenelitian ini berkontribusi pada pengayaan teori TQM dengan menampilkan model penerapan yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan dapat direplikasi pada
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Implementasi menggunakan tiga metodologi: literasi berbasis kelas yang menggabungkan perangkat digital ke dalam pendidikan; literasi berbasis budaya sekolahImplementasi menggunakan tiga metodologi: literasi berbasis kelas yang menggabungkan perangkat digital ke dalam pendidikan; literasi berbasis budaya sekolah
STAI ALISTAI ALI Pengabdian yang dilakukan di Dusun Randusari ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kualitas bacaan peserta Tahsin Ibu-Ibu Masjid Agung Randusari. PenelitiPengabdian yang dilakukan di Dusun Randusari ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kualitas bacaan peserta Tahsin Ibu-Ibu Masjid Agung Randusari. Peneliti
ARIPAFIARIPAFI Dengan pendekatan yang konsisten dan kreatif, pembelajaran kisah Qurani dapat membentuk generasi anak yang religius, berakhlak mulia, dan cinta terhadapDengan pendekatan yang konsisten dan kreatif, pembelajaran kisah Qurani dapat membentuk generasi anak yang religius, berakhlak mulia, dan cinta terhadap
UIN MALANGUIN MALANG Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket, interview dan dokumentasi. Teknik analisisPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket, interview dan dokumentasi. Teknik analisis
Useful /
JBASICJBASIC Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh narasumber anak dan remaja,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh narasumber anak dan remaja,
JBASICJBASIC Setelah edukasi diberikan, proporsi kesiapsiagaan meningkat secara substansial, dengan mayoritas responden mencapai kategori tinggi. Hasil penelitian menegaskanSetelah edukasi diberikan, proporsi kesiapsiagaan meningkat secara substansial, dengan mayoritas responden mencapai kategori tinggi. Hasil penelitian menegaskan
ASHAPUBLISHINGASHAPUBLISHING Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi dari tiga informan:Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi dari tiga informan:
ASHAPUBLISHINGASHAPUBLISHING Penelitian menegaskan bahwa semua indikator manajemen arsip tidak aktif—transfer, pengaturan dan penyimpanan, layanan arsip, dan pemusnahan—terpenuhiPenelitian menegaskan bahwa semua indikator manajemen arsip tidak aktif—transfer, pengaturan dan penyimpanan, layanan arsip, dan pemusnahan—terpenuhi