USKUSK

Studies in English Language and EducationStudies in English Language and Education

Penelitian ini mengkaji perspektif mahasiswa ESP dan dosen terkait penerapan pengajaran bahasa berbasis tugas yang ditingkatkan dengan teknologi (TBLT) yang terintegrasi dalam pembelajaran terintegrasi konten dan bahasa (CLIL) pada instruksi ESP, serta mengidentifikasi faktor‑faktor kunci yang memengaruhi integrasi yang efektif. Desain penelitian kualitatif diterapkan dengan melibatkan 95 mahasiswa keperawatan dan 10 dosen ESP yang mengisi kuesioner terbuka. Selain itu, peserta berpartisipasi dalam diskusi kelompok fokus (FGD) yang meliputi mahasiswa ESP, kepala program keperawatan, dosen ESP, dosen keperawatan, pemangku kepentingan, dan perawat profesional. Analisis tematik terhadap data kuesioner terbuka dan hasil FGD menunjukkan bahwa mahasiswa dan dosen memandang penerapan TBLT yang ditingkatkan dengan teknologi terintegrasi dalam CLIL sebagai manfaat untuk menggabungkan teori keperawatan dengan kemahiran bahasa Inggris, sehingga secara signifikan meningkatkan pengetahuan konten dan kompetensi bahasa. Namun, terdapat hambatan signifikan, antara lain keterbatasan teknologi dan kolaborasi interdisipliner yang terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi memerlukan infrastruktur yang memadai, pengembangan profesional berkelanjutan bagi pendidik, serta kolaborasi yang lebih erat antara guru bahasa dan departemen keperawatan. Studi ini juga menunjukkan bahwa TBLT berbasis teknologi yang terintegrasi dalam CLIL dapat menghubungkan pembelajaran teoretis dengan situasi dunia nyata, meskipun terdapat keterbatasan terkait teknologi.

Penelitian ini mengidentifikasi faktor‑faktor penting yang memengaruhi persepsi mahasiswa dan dosen ESP terhadap integrasi TBLT berbasis teknologi dalam CLIL, menunjukkan bahwa pendekatan tersebut dapat meningkatkan kompetensi bahasa dan pengetahuan konten keperawatan.Keberhasilan implementasinya tergantung pada penanggulangan hambatan utama, yaitu keterbatasan teknologi, kebutuhan pengembangan profesional, dan kolaborasi interdisipliner.Oleh karena itu, institusi pendidikan harus berinvestasi secara strategis pada infrastruktur, dukungan berkelanjutan, dan sinergi antara departemen bahasa dan keperawatan guna mempersiapkan lulusan yang kompeten dalam komunikasi dan praktik klinis.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana jenis perangkat digital tertentu, seperti realitas virtual atau simulasi berbasis web, memengaruhi peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan kompetensi klinis mahasiswa keperawatan ketika diterapkan dalam kerangka TBLT‑CLIL. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang mengikuti cohort mahasiswa selama beberapa tahun setelah mereka menyelesaikan program, guna menilai dampak jangka panjang penggunaan TBLT‑CLIL berbasis teknologi terhadap kesiapan profesional, retensi pengetahuan bahasa, dan kemampuan berkomunikasi di lingkungan klinis. Selain itu, eksperimen kolaboratif antara dosen bahasa dan dosen keperawatan dapat dirancang untuk menghasilkan modul pembelajaran terintegrasi, dengan tujuan mengidentifikasi model kolaborasi yang paling efektif dalam meningkatkan motivasi belajar serta pencapaian kompetensi siswa. Penelitian juga dapat mengevaluasi strategi pelatihan berkelanjutan bagi dosen dalam penggunaan alat digital, sehingga memperkecil kesenjangan kompetensi teknologi dan memperkuat kepercayaan diri pengajar. Selanjutnya, analisis biaya‑manfaat implementasi infrastruktur teknologi di institusi pendidikan keperawatan dapat memberikan gambaran ekonomi yang realistis bagi keputusan investasi. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi adaptasi tugas berbasis TBLT untuk konteks klinis yang lebih kompleks, seperti penanganan situasi darurat atau komunikasi interprofesional. Akhirnya, evaluasi perbandingan antara pendekatan TBLT‑CLIL tradisional dan yang didukung teknologi dapat memberikan bukti empiris mengenai efektivitas masing‑masing dalam meningkatkan hasil belajar bahasa dan klinis.

  1. The Challenges in Implementing Content and Language Integrated Learning: The Head Teachers’ Personal... doi.org/10.2991/assehr.k.200620.107The Challenges in Implementing Content and Language Integrated Learning The Head TeachersAo Personal doi 10 2991 assehr k 200620 107
  2. Technology-enhanced task-based language teaching toward their self-directed language learning: ESP learners’... doi.org/10.24815/siele.v10i3.27910Technology enhanced task based language teaching toward their self directed language learning ESP learnersAo doi 10 24815 siele v10i3 27910
  3. Using Genially and Kahoot for Implementing CLIL in EFL Higher Education | Castillo-Cuesta | International... ijlter.org/index.php/ijlter/article/view/10315Using Genially and Kahoot for Implementing CLIL in EFL Higher Education Castillo Cuesta International ijlter index php ijlter article view 10315
  4. Linking Content and Language-Integrated Learning (CLIL) and Task-based Language Teaching (TBLT) in an... doi.org/10.7764/onomazein.ne6.01Linking Content and Language Integrated Learning CLIL and Task based Language Teaching TBLT in an doi 10 7764 onomazein ne6 01
  5. A replication study to assess CLIL effects on second language learning in Germany: more than selection... tandfonline.com/doi/full/10.1080/13670050.2022.2164174A replication study to assess CLIL effects on second language learning in Germany more than selection tandfonline doi full 10 1080 13670050 2022 2164174
Read online
File size494.74 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test